GELANGGANGNEWS.COM – Pemerintah Arab Saudi secara resmi mengecam pernyataan kontroversial yang dilontarkan oleh Menteri Kehakiman Israel, Yariv Levin, yang menyerukan aneksasi wilayah Tepi Barat Palestina. Pernyataan tersebut dianggap sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip legitimasi global.
Dalam siaran resmi yang dikutip dari media Al Arabiya, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyatakan bahwa mereka “mengutuk keras pernyataan dari pejabat otoritas pendudukan Israel yang mendorong penerapan kedaulatan atas Tepi Barat.”
Israel Dorong Aneksasi, Saudi Tegaskan Penolakan
Pernyataan Yariv Levin menyebutkan bahwa pencaplokan Tepi Barat adalah sebuah “kesempatan historis” yang menurutnya sangat krusial untuk keamanan nasional Israel. Ia menyebut wilayah tersebut sebagai “jantung negara” dan “sabuk pengaman” Israel.
“Waktunya untuk kedaulatan telah tiba, saatnya untuk menerapkannya secara nyata. Posisi saya dalam hal ini tegas dan jelas,” tegas Levin dalam pernyataannya.
Namun, pernyataan itu memicu reaksi keras di kancah internasional. Arab Saudi termasuk negara yang paling vokal menolak langkah Israel tersebut.
“Kerajaan Arab Saudi menegaskan kembali penolakannya terhadap segala bentuk ekspansi permukiman Israel di tanah Palestina,” tegas Kementerian Luar Negeri Saudi.
Dukung Palestina dan Solusi Dua Negara
Saudi juga menegaskan komitmennya terhadap perjuangan rakyat Palestina, termasuk dukungan terhadap solusi dua negara sesuai batas wilayah tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina.
“Kami mendukung sepenuhnya hak-hak sah rakyat Palestina berdasarkan resolusi internasional dan Inisiatif Perdamaian Arab,” tambah pernyataan resmi tersebut.
Berdasarkan data terakhir pada akhir tahun 2024, diperkirakan lebih dari 770.000 warga Israel tinggal secara ilegal di wilayah Tepi Barat, tersebar di lebih dari 180 kompleks permukiman dan ratusan pos terdepan. Pemerintah Israel juga terus memperluas permukiman Yahudi di wilayah tersebut, meskipun tidak pernah secara resmi mencaploknya sejak direbut dari Palestina pada Perang Enam Hari tahun 1967.
Ketegangan Meningkat
Langkah Israel yang terus mendorong kebijakan aneksasi dan perluasan permukiman dinilai semakin memperburuk ketegangan di Timur Tengah dan menghambat peluang menuju perdamaian. Arab Saudi menegaskan bahwa langkah tersebut hanya akan memperpanjang penderitaan rakyat Palestina dan menjauhkan kawasan dari stabilitas jangka panjang.
Ikuti perkembangan terbaru seputar konflik Timur Tengah dan berita dunia lainnya hanya di 👉 www.gelanggangnews.com

