Seorang diplomat muda Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI), ADP (39), ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/7) pagi. Ia ditemukan sekitar pukul 08.30 WIB dalam kondisi mengenaskan, dengan wajah tertutup isolasi (lakban). Kasus ini masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.
ADP merupakan diplomat fungsional yang telah bergabung di Kemlu sejak 2014. Dalam kariernya, ia pernah bertugas di KBRI Dili (Timor Leste) dan KBRI Buenos Aires (Argentina), serta tergabung dalam Direktorat Pelindungan WNI sejak 2022. Rencananya, ia akan bertugas di KBRI Helsinki, Finlandia, pada akhir Juli ini.
Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Judha Nugraha, menyampaikan duka cita yang mendalam dan mengenang almarhum sebagai pribadi yang berdedikasi tinggi dan memiliki kepedulian besar terhadap sesama.
“Mas Daru membopong sendiri anak-anak telantar di Taiwan untuk dipulangkan ke Tanah Air. Ia juga turut mengevakuasi WNI saat gempa di Turki dan terakhir saat situasi memanas di Iran,” kata Judha di sela prosesi pemakaman almarhum di Banguntapan, Bantul, Yogyakarta, Rabu (9/7).
Judha juga mengungkapkan bahwa ADP pernah menjadi saksi dalam sebuah kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Jepang. Meski begitu, ia mengimbau publik untuk tidak mengaitkan peran tersebut dengan penyebab kematian sang diplomat.
“Itu kasus lama dan sudah selesai. Jangan dikait-kaitkan, kita serahkan kepada hasil penyelidikan pihak kepolisian,” tegasnya.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Seluruh barang milik korban masih dalam keadaan utuh. Polisi juga menemukan sidik jari ADP pada lakban yang menutupi wajahnya, namun hal ini masih perlu diteliti lebih lanjut melalui laboratorium forensik.
Jenazah ADP telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Sunthen, Jomblangan, Banguntapan, Bantul, DIY, dan diantar langsung oleh rekan-rekannya dari Kemlu hingga ke peristirahatan terakhirnya.
Kematian ADP yang misterius ini menambah daftar panjang kasus-kasus yang menimpa pejabat negara dan pekerja diplomatik. Masyarakat diminta untuk menahan spekulasi hingga hasil penyelidikan resmi diumumkan.
Selengkapnya baca di: https://gelanggangnews.com/

