GelanggangNews – INDRAMAYU – Seorang petani berinisial R (40), warga Cantigi Wetan, Kabupaten Indramayu, tewas setelah tertabrak kereta api saat hendak mencari padi bekas panen bersama teman-temannya. Peristiwa tragis ini terjadi di jalur rel kilometer 160+2, tepatnya di Blok Embos, Desa Rajasinga, Kecamatan Terisi, Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
Kapolsek Terisi, AKP Ian Hernawan, membenarkan insiden tersebut. “Korban tertemper kereta api dan langsung meninggal dunia,” kata Ian saat dikonfirmasi, Kamis (23/4/2026) pagi.
Ia menjelaskan bahwa kejadian bermula saat korban bersama dua rekannya, Rawita dan Winto, datang dari Cantigi ke wilayah Terisi untuk mencari sisa-sisa padi di sawah yang telah dipanen.
Sesampainya di lokasi, korban yang menggunakan sepeda motor berniat menyeberangi atau melewati area jembatan kereta api. Namun nahas, pada saat bersamaan, melintas kereta api dengan kecepatan tinggi dari arah jalur hilir. Korban pun tertabrak hingga tubuhnya terpental dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Jenazah Dievakuasi ke Rumah Sakit
Mendapat laporan tersebut, petugas kepolisian langsung menuju lokasi kejadian. Dibantu warga sekitar, jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara Losarang, Indramayu.
Terkait kejadian ini, pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar rel kereta api. “Kami imbau warga untuk berhati-hati saat beraktivitas di sekitar rel kereta api karena sangat berbahaya,” pungkas Ian.

