Pemerintah Indonesia kembali menegaskan komitmennya menuju swasembada energi sebagai bagian dari strategi besar mengurangi ketergantungan pada energi impor. Menteri Pertahanan sekaligus presiden terpilih, Prabowo Subianto, menyebutkan bahwa jika Indonesia berhasil mencapai swasembada energi, negara ini berpotensi menghemat hingga USD 58 miliar per tahun, setara dengan Rp939,6 triliun dengan kurs saat ini.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam sejumlah agenda strategis nasional, termasuk saat meresmikan lapangan migas Forel dan Terubuk di Laut Natuna, Kepulauan Riau, pada 16 Mei 2025. Ia menekankan bahwa proyek-proyek semacam itu adalah bukti nyata bahwa Indonesia memiliki kapasitas untuk memenuhi kebutuhan energinya secara mandiri.
Selain pengembangan sektor migas, pemerintah juga tengah memacu pengembangan energi terbarukan. Dalam peresmian ekosistem industri baterai listrik terintegrasi di Karawang, Jawa Barat, pada 29 Juni 2025, Prabowo menyatakan bahwa Indonesia bisa mencapai swasembada energi dalam waktu lima hingga enam tahun ke depan. Strategi ini mencakup pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hingga kapasitas 15 GW serta penyimpanan energi baterai sebagai bagian dari target 100 GW pemenuhan energi nasional.
Sejak 2022, ketergantungan Indonesia terhadap energi impor tercatat tinggi. Impor minyak dan produk turunannya menembus angka USD 28 miliar per tahun. Sementara itu, biaya impor energi disebut-sebut bisa mencapai Rp500 triliun dalam satu tahun anggaran. Jika ketergantungan ini dikurangi secara signifikan, maka anggaran tersebut bisa dialihkan untuk pembangunan sektor lain seperti kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.
Pemerintah juga menggenjot program biodiesel B35, dan tengah mempersiapkan skema B40 dan B50. Tak hanya itu, proyek elektrifikasi kendaraan dan transisi energi bersih terus didorong untuk menciptakan ekosistem energi nasional yang berkelanjutan dan berdaulat.
Dengan potensi sumber daya alam yang melimpah seperti gas alam, batu bara, panas bumi, air, angin, dan sinar matahari, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk keluar dari ketergantungan pada energi luar negeri dan memperkuat ketahanan nasional di bidang energi.
Info selengkapnya hanya di Gelanggang News













