Harga minyak mentah dunia dilaporkan mulai menunjukkan tren penurunan usai Iran dan Israel menyepakati gencatan senjata yang mengakhiri konflik bersenjata selama hampir dua pekan terakhir.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, menyatakan bahwa stabilitas di kawasan Timur Tengah menjadi faktor penting yang menggerakkan pasar energi global. Menurutnya, pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan situasi, termasuk efek dari konflik terhadap harga minyak domestik.
“Situasi keamanan mulai stabil, dan kita lihat harga minyak berangsur turun,” ujar Yuliot saat kunjungan ke Lapangan Banyu Urip, Bojonegoro, Kamis (26/6).
Salah satu isu utama dalam konflik tersebut adalah penutupan sementara Selat Hormuz oleh Iran, jalur penting distribusi energi global. Namun, dengan tercapainya kesepakatan damai, jalur tersebut kembali aman dilalui, sehingga pasokan minyak dunia menjadi lebih lancar.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah mengonfirmasi bahwa negaranya akan mematuhi gencatan senjata selama Israel tidak melakukan pelanggaran terlebih dahulu. Pernyataan ini dikutip dari kantor berita resmi IRNA, yang juga menyebutkan kesiapan Iran untuk memulai proses negosiasi diplomatik lebih lanjut.
Pernyataan serupa datang dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menganggap kesepakatan ini sebagai langkah strategis dalam meredakan ketegangan dan menekan harga energi global. Trump bahkan mengisyaratkan kemungkinan pelonggaran sanksi terhadap penjualan minyak Iran jika situasi tetap kondusif.
Kondisi pasar pun menunjukkan respon positif meskipun sempat berfluktuasi. Harga minyak Brent naik tipis sebesar 5 sen menjadi US$67,73 per barel, sementara minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) naik 32 sen menjadi US$65,24 per barel. Meski demikian, harga ini masih berada di bawah level saat konflik dimulai pada 12 Juni lalu, yaitu US$69,36 per barel.
Sementara itu, dari dalam negeri, pemerintah Indonesia juga mencermati harga minyak mentah Indonesia (ICP) yang masih menyesuaikan terhadap dinamika global. Kementerian ESDM menyatakan bahwa pembaruan harga dan rencana cadangan energi nasional akan terus diperkuat, termasuk upaya memperluas pasokan dan efisiensi energi.
Selain konflik geopolitik, pasar juga tengah menunggu perkembangan dari diskusi antara AS dan Iran mengenai program nuklir Teheran serta pemulihan infrastruktur energi di kawasan tersebut, yang dapat kembali mengubah pergerakan harga dalam waktu dekat.
Ikuti terus perkembangan energi dan geopolitik hanya di:
https://gelanggangnews.com













