Gelanggang News — Bencana banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, dan mengakibatkan sekitar 14 ribu jiwa terdampak. Peristiwa tersebut juga menelan korban jiwa, dengan dua orang dilaporkan meninggal dunia, sementara satu anak hingga kini masih dalam pencarian.
Bencana dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Kudus dan sekitarnya selama beberapa jam. Curah hujan tinggi menyebabkan debit sungai meningkat drastis hingga meluap ke permukiman warga. Di saat bersamaan, kondisi tanah yang labil memicu longsor di kawasan perbukitan dan daerah rawan, memperparah dampak bencana.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus mencatat ribuan rumah warga terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi, mulai dari puluhan sentimeter hingga lebih dari satu meter di beberapa titik. Selain permukiman, banjir juga merendam fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah, serta akses jalan utama yang menghubungkan antarwilayah.
Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan penanganan darurat. Dua korban meninggal dunia telah berhasil dievakuasi, sementara upaya pencarian terhadap satu anak yang dilaporkan hilang terus dilakukan dengan menyisir aliran sungai serta area terdampak longsor.
Ribuan warga terdampak terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman, seperti balai desa, posko pengungsian, dan rumah kerabat. Pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan darurat berupa logistik, makanan siap saji, air bersih, serta perlengkapan kebutuhan dasar bagi para pengungsi.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir dan longsor susulan, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. Pemerintah daerah juga mengajak warga meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan kondisi darurat di lingkungan masing-masing.
🔗 Baca berita daerah dan nasional lainnya hanya di:
👉 https://gelanggangnews.com/











