Zelenskyy Tagih Respons AS Usai Rusia Luncurkan Rekor Serangan Rudal di Tengah Suhu Ekstrem

GelanggangNews – Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menyerukan kepada pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk menanggapi serangan Rusia terhadap Ukraina baru-baru ini. Menurutnya, Kremlin tidak menghormati gencatan senjata yang diprakarsai oleh Presiden AS, Donald Trump.

“Kami menunggu reaksi AS terhadap serangan Rusia. Itu adalah usulan AS,” kata Zelenskyy, dikutip dari Euronews, Rabu (4/2/2026). “Presiden Amerika Serikat mengajukan permintaan itu secara pribadi. Rusia menanggapi dengan jumlah rudal balistik yang memecahkan rekor,” sambungnya.

Rusia Bombardir Ukraina dengan Ratusan Rudal

Pada Selasa (3/2/2026), Moskwa menyerang Ukraina dengan 450 rudal dan 71 rudal balistik, termasuk 32 rudal Iskander. Ini merupakan jumlah rekor yang diluncurkan dalam satu serangan udara. Rusia menargetkan pembangkit listrik dan infrastruktur di Kyiv serta beberapa lokasi di seluruh Ukraina, yang memberikan pukulan besar bagi negara tersebut.

Serangan itu menyebabkan lebih dari 1.000 bangunan tempat tinggal di Kyiv kehilangan pemanas ruangan, padahal suhu di seluruh Ukraina turun di bawah -20 derajat Celsius. Akibatnya, jutaan orang menghadapi cuaca dingin ekstrem di rumah dan sering kali kekurangan air.

“Ini menunjukkan betapa tidak jujurnya janji-janji Rusia. Jika janji mereka tidak ditepati bahkan sekarang, apa yang bisa diharapkan selanjutnya?” jelas Zelenskyy. “Mereka tidak bisa diperbaiki di Moskwa. Taruhan Rusia pada perang harus mendapat balasan,” tegasnya.

Janji Gencatan Senjata Sepekan

Pekan lalu, Trump mengatakan bahwa Presiden Rusia, Vladimir Putin, berjanji tidak akan mengebom infrastruktur energi Ukraina selama seminggu. Berbicara kepada wartawan di Gedung Putih pada Selasa, beberapa jam setelah salah satu serangan terbesar Moskwa, Trump mengeklaim bahwa Putin telah menepati janjinya.

Janji itu terkait gencatan senjata sementara atas serangan terhadap infrastruktur energi penting Ukraina. “(Jeda itu) berlangsung dari Minggu ke Minggu,” kata Trump. “Itu membuka peluang dan (Putin) menyerang mereka dengan keras. Dia menepati janjinya. Satu minggu itu lama, kami akan menerima apa pun,” jelas Trump.

Rusia memang tetap menyerang Ukraina selama “jeda” ini dengan meluncurkan lebih dari 200 drone dan satu rudal balistik dalam empat hari, dari 29 Januari hingga 1 Februari. Zelenskyy mengakui bahwa hal itu bukanlah gencatan senjata yang disepakati secara resmi, tetapi ia menggambarkannya sebagai sebuah peluang. Menurutnya, Moskwa menargetkan jalur kereta api dan fasilitas lainnya, meskipun mereka sempat menahan diri dari infrastruktur energi.

Ia menjelaskan bahwa penangguhan tersebut seharusnya berlangsung hingga putaran pembicaraan berikutnya di Abu Dhabi yang ditunda hingga akhir pekan ini. “Pertemuan itu ditunda karena alasan yang tidak terkait dengan Ukraina, hingga Rabu–Kamis. Dari perspektif kami, deeskalasi seharusnya berlanjut. Namun, hal itu tidak terjadi,” tutur Zelenskyy.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *