Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Wisatawan Asal Swedia Ditemukan Tewas di Jurang Ubud, Diduga Terjatuh Sejak Tiga Hari Lalu

ByAdmin Gelanggang

Apr 29, 2026

GelanggangNews – GIANYAR – Kawasan wisata Ubud kembali berduka. Seorang warga negara asing (WNA) asal Swedia, Kenneth Juan Fujita (60), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dasar jurang sedalam 30 meter yang berlokasi di Banjar Kutuh Kaja, Desa Petulu, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali.

Penemuan jasad lansia tersebut terjadi pada Selasa malam (28/4/2026). Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Gianyar bersama Polsek Ubud segera dikerahkan ke lokasi setelah menerima laporan terkait keberadaan jasad korban.

Kronologi Penemuan dan Evakuasi

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya, mengonfirmasi bahwa informasi awal diterima sekitar pukul 19.00 WITA. Medan yang cukup curam dengan kedalaman puluhan meter menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan.

“Kami menemukan jasad korban berada di kedalaman kurang lebih 30 meter. Setelah memastikan titik lokasinya, proses evakuasi langsung dimulai bersama personel Polsek Ubud,” ujar Dibya dalam keterangannya.

Proses evakuasi berlangsung selama kurang lebih satu setengah jam. Jasad Kenneth berhasil diangkat ke permukaan sekitar pukul 20.30 WITA untuk kemudian dilakukan pemeriksaan fisik awal oleh tim medis.

Hasil Pemeriksaan Sementara

Berdasarkan kondisi jenazah saat ditemukan, petugas menduga korban tidak baru saja terjatuh. Ada indikasi kuat bahwa Kenneth telah meninggal dunia sejak beberapa hari sebelumnya sebelum akhirnya ditemukan oleh warga atau saksi di sekitar lokasi.

  • Dugaan Waktu Kematian: Minggu, 26 April 2026.

  • Kondisi Lokasi: Jurang terjal di area Banjar Kutuh Kaja, Desa Petulu.

  • Identitas Korban: Kenneth Juan Fujita (Pria, 60 tahun, Kebangsaan Swedia).

Langkah Lanjutan Kepolisian

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti jatuhnya korban ke jurang tersebut. Sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian telah dimintai keterangan untuk menyusun kronologi aktivitas korban sebelum dinyatakan tewas.

Usai dievakuasi, jenazah Kenneth langsung dilarikan menggunakan mobil ambulans menuju RSUP Prof. Ngoerah (Sanglah) di Denpasar untuk menjalani proses autopsi dan penanganan lebih lanjut sesuai prosedur diplomatik bagi warga negara asing.