Wamenlu Anis Matta: Indonesia Gabung ‘Board of Peace’ Tapi Tak Akan Ikut Pelucutan Senjata di Gaza

GelanggangNews – Posisi Indonesia dalam dewan perdamaian internasional bentukan Donald Trump, Board of Peace (BoP), dipastikan tidak akan mengubah prinsip dasar negara terhadap Palestina. Pemerintah menegaskan bahwa Indonesia tidak akan mengambil bagian dalam upaya demiliterisasi di wilayah konflik tersebut.

Wakil Menteri Luar Negeri RI, Anis Matta, menyatakan bahwa keterlibatan Indonesia dalam lembaga tersebut murni berlandaskan mandat konstitusi untuk mendukung kemerdekaan Palestina, bukan untuk melucuti kekuatan pertahanan mereka.

“Indonesia tidak akan terlibat dalam demiliterisasi dan pelucutan senjata di Gaza,” tegas Anis Matta melalui keterangan tertulisnya, Rabu (28/1/2026).

Diplomasi Kemanusiaan di Lingkaran ‘Board of Peace’

Penjelasan ini disampaikan Anis Matta usai mendampingi Menteri Luar Negeri Sugiono dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI pada Selasa (27/1). Menurutnya, bergabungnya Indonesia ke dalam dewan yang diinisiasi oleh Presiden AS Donald Trump itu justru menjadi peluang strategis bagi Jakarta.

Dengan berada di dalam BoP, Indonesia memiliki akses langsung untuk:

  • Menghentikan tindakan genosida yang masih membayangi warga Gaza.

  • Memastikan jalur bantuan kemanusiaan tetap terbuka dan sampai kepada yang membutuhkan.

  • Memproteksi keamanan warga sipil serta terlibat aktif dalam rekonstruksi infrastruktur Gaza yang hancur.

Mandat Strategis dari Davos

Langkah besar ini dimulai saat Presiden Prabowo Subianto menandatangani piagam Board of Peace di Davos, Swiss, pada 22 Januari 2026 lalu. Sebagai badan internasional, BoP dirancang untuk mengawasi gencatan senjata dan memulihkan tata kelola sipil demi perdamaian berkelanjutan.

Presiden Prabowo optimis bahwa keanggotaan ini adalah momentum emas. “Saya kira ini kesempatan bersejarah. Ini benar-benar peluang untuk mencapai perdamaian di Gaza,” ujar Presiden saat itu.

Meskipun dewan ini dipimpin langsung oleh Trump, Indonesia tetap memegang kendali penuh atas bentuk kontribusinya, dengan tetap memprioritaskan kedaulatan dan kemanusiaan bagi rakyat Palestina sebagai harga mati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *