GelanggangNews – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, menyatakan bahwa TNI AD mulai menyiapkan personel untuk Dewan Perdamaian (Board of Peace) bentukan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Dilansir dari Antara, Maruli berbicara usai menghadiri Rapat Pimpinan TNI dan Polri bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/2/2026). Maruli mengatakan bahwa saat ini proses koordinasi terkait penugasan pasukan perdamaian tersebut masih terus berjalan.
Ia menjelaskan bahwa penentuan kebutuhan personel akan ditetapkan setelah adanya arahan resmi dari pihak yang mengoordinasikan misi di Gaza, yang kemudian diteruskan kepada Markas Besar TNI dan Mabes Angkatan Darat.
“Itu kan masih terus berjalan, ya. Jadi, kami menunggu hasil koordinasi dari pihak yang mengoordinir di Gaza. Nanti ke Mabes TNI, lalu ke Mabes AD. Mengenai kebutuhan personel dengan karakter seperti apa, nanti kami siapkan,” jelas Maruli.
Lokasi Penugasan Belum Pasti
Meski lokasi penugasan belum dipastikan, Maruli menjamin persiapan awal di internal TNI AD mulai dilakukan. Para personel yang disiapkan akan difokuskan pada karakter pasukan perdamaian, termasuk unsur kesehatan.
Terkait lokasi penugasan, Maruli menekankan bahwa keputusan pengiriman pasukan ke Gaza atau Lebanon bukan berada di tangan TNI AD. “Lebih baik bertanya ke Mabes TNI. Kalau kami hanya bertugas menyiapkan pasukan saja,” katanya.
Estimasi Jumlah Personel
Maruli juga menambahkan bahwa jumlah personel yang disiapkan masih bersifat estimasi dan belum final. Namun, kekuatan pasukan yang disiapkan bisa mencapai satu brigade.
“Bisa satu brigade, sekitar 5.000 sampai 8.000 personel mungkin. Tapi masih negosiasi semua, belum pasti. Jadi, belum ada kepastian angka sampai sekarang,” ujar Maruli. Ia juga menambahkan bahwa dirinya belum dapat memastikan kapan pengiriman pasukan tersebut akan dilakukan.

