Bangkok – Ketegangan antara Thailand dan Kamboja mencapai titik didih setelah pecahnya bentrokan bersenjata di sepanjang perbatasan dua negara, Kamis (24/7/2025). Sedikitnya 12 orang dilaporkan tewas, sementara ribuan warga sipil dari kedua belah pihak terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Bentrokan terjadi di enam titik panas di wilayah sengketa. Di Provinsi Sisaket, Thailand, tembok-tembok rumah warga terlihat berlubang akibat hantaman peluru dan artileri berat. Sementara di Oddar Meanchey, Kamboja, ribuan pengungsi ditampung dalam kamp darurat.
Dipicu Ranjau dan Kematian Tentara
Eskalasi konflik ini berawal dari insiden ledakan ranjau yang melukai lima tentara Thailand pada Rabu (23/7), disusul oleh tewasnya seorang tentara Kamboja dalam baku tembak. Kedua pihak saling tuduh sebagai pemicu kekerasan.
Serangan udara dan tembakan artileri dilaporkan masih terus berlangsung hingga Jumat pagi. Belum ada tanda-tanda kesepakatan gencatan senjata, sementara situasi kemanusiaan di perbatasan kian memburuk.
Kondisi Semakin Mencekam
Warga sipil menjadi korban paling rentan dalam konflik ini. Banyak dari mereka tidak sempat membawa harta benda saat melarikan diri, hanya berbekal pakaian di badan. Anak-anak dan lansia dilaporkan membutuhkan bantuan medis dan logistik segera.
Pemerintah Thailand menyatakan akan mengajukan nota diplomatik kepada Kamboja, sementara pihak Kamboja menegaskan akan membela kedaulatan wilayahnya.
Untuk perkembangan terbaru konflik Asia Tenggara dan isu global lainnya, kunjungi:
👉 www.gelanggangnews.com

