Sopir Truk Kritik Aturan ODOL, Sebut Harga Sembako Bisa Meroket

Para sopir truk menyuarakan protes terhadap aturan Zero ODOL (Over Dimension Over Loading). Mereka menilai kebijakan itu memberatkan pengemudi dan berpotensi memicu lonjakan harga sembako.

“Kalau dilarang bawa muatan lebih, otomatis ongkos angkut naik. Nanti harga sembako ikut naik juga,” kata Dani, sopir truk lintas Jawa-Sumatra. Ia mengaku biasa membawa muatan tambahan agar lebih efisien dalam sekali perjalanan.

Yadi, sopir truk asal Karawang, menyebut perusahaan logistik mulai menurunkan upah sopir karena pengangkutan berkurang. “Kami yang kerja keras tapi justru penghasilan malah turun,” ucapnya. Ia menilai aturan ODOL justru memukul para pekerja lapangan.

Pemerintah memang ingin menjaga keselamatan dan mencegah jalan rusak. Tapi sopir-sopir itu merasa pemerintah belum memberikan solusi nyata di lapangan. Mereka mendesak masa transisi yang adil dan sistem distribusi yang lebih efisien.

Bila ongkos angkut naik terus, harga bahan pokok bisa ikut melonjak. Sopir-sopir truk khawatir masyarakat yang akhirnya menanggung beban.

Dapatkan informasi transportasi dan ekonomi terkini hanya di:
👉 https://bercahayanews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *