Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Sinkhole di Kota Yashio, Jepang, Makin Melebar, Warga Diminta Kurangi Penggunaan Air

ByAdmin Gelanggang

Feb 1, 2025

Lubang besar atau sinkhole yang muncul di Kota Yashio, Prefektur Saitama, Jepang, terus mengalami pelebaran. Awalnya berdiameter sekitar 10 meter, kini ukuran lubang tersebut telah melampaui 20 meter akibat runtuhan tambahan yang terjadi pada Kamis pagi, 30 Januari 2025.

Menurut laporan , seorang pengemudi truk berusia 70-an yang terjatuh ke dalam lubang tersebut masih belum berhasil dievakuasi. Tim penyelamat, termasuk petugas pemadam kebakaran dan otoritas terkait, terus berupaya untuk mengevakuasi korban secepat mungkin.

Dugaan sementara menyebutkan bahwa kejadian ini berkaitan dengan kerusakan pada pipa saluran pembuangan yang berada di bawah jalan. Sebagai langkah pencegahan, pemerintah prefektur meminta warga di 12 kota dan desa di bagian timur Saitama, termasuk sebagian Kota Saitama, untuk membatasi penggunaan air, terutama dalam kegiatan yang menghasilkan limbah rumah tangga, seperti mencuci dan mandi. Langkah ini berdampak pada sekitar 1,2 juta penduduk.

Selain itu, pemerintah setempat juga mengambil tindakan dengan menyedot limbah dan mengalirkannya ke jalur pembuangan alternatif. Untuk mencegah limbah meluap, sejak malam 29 Januari, otoritas setempat mulai membuang limbah dari stasiun pompa di Kasukabe ke Sungai Niigata, yang terhubung dengan Sungai Naka, setelah dilakukan proses sterilisasi menggunakan klorin.

Sinkhole di Kota Yashio, Jepang, Makin Melebar, Warga Diminta Kurangi Penggunaan Air

Pipa yang mengalami kerusakan memiliki diameter 4,75 meter dan terbuat dari beton. Infrastruktur ini telah digunakan sejak tahun 1983, dengan masa pakai beton umumnya mencapai 50 tahun. Inspeksi rutin dilakukan setiap lima tahun sekali, dan pemeriksaan terakhir pada tahun fiskal 2021 tidak menemukan indikasi perlunya perbaikan segera.

Para ahli menduga bahwa penyebab utama kerusakan pipa adalah gas hidrogen sulfida yang terbentuk akibat proses alami dalam limbah. Dr. Hiroaki Morita, seorang profesor di Departemen Teknik Sipil Universitas Nihon yang ahli dalam sistem pembuangan limbah, menjelaskan bahwa gas hidrogen sulfida terbentuk saat terjadi penyumbatan dan kondisi kekurangan oksigen di dalam pipa. Ketika gas ini bersentuhan dengan udara, ia berubah menjadi asam sulfat yang dapat mengikis dan merusak beton secara perlahan.

Kasus ini menjadi perhatian serius, mengingat dampaknya yang luas terhadap infrastruktur dan kehidupan masyarakat. Pemerintah terus berupaya menanggulangi permasalahan ini agar tidak menimbulkan risiko yang lebih besar di masa mendatang.