Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Serangan Israel ke Lebanon: 1.116 Orang Tewas dan 136.000 Warga Mengungsi

ByAdmin Gelanggang

Mar 27, 2026

GelanggangNews – JAKARTA – Israel terus melancarkan serangan udara dan mengirimkan pasukan darat ke wilayah Lebanon. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 1.116 orang tewas akibat rangkaian serangan tersebut.

Dilansir dari Al Jazeera, Jumat (27/3/2026), serangan Israel terhadap Lebanon tidak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga mengakibatkan sedikitnya 136.000 orang terpaksa mengungsi dari kediaman mereka.

Data Pengungsi dan Korban

Unit Manajemen Risiko Bencana melaporkan bahwa total pengungsi yang berada di tempat penampungan telah mencapai 136.262 orang, yang terdiri atas 34.973 kepala keluarga (KK).

Kantor Berita Nasional Lebanon, mengutip pernyataan unit tersebut, menyebutkan bahwa jumlah korban tewas kini meningkat menjadi 1.116 orang, sementara korban luka-luka tercatat sebanyak 3.229 orang.

Eskalasi Konflik dan Zona Penyangga

Sebelumnya, Pemimpin Hizbullah, Qassem, menyatakan bahwa pihaknya menolak melakukan perundingan gencatan senjata selama Israel masih terus melancarkan serangan.

Dilansir AFP, Kamis (26/3/2026), Israel, yang pernah menduduki Lebanon selatan selama sekitar dua dekade hingga tahun 2000, kembali menggempur wilayah utara tersebut. Israel juga mengirim pasukan darat guna menguasai jalur hingga Sungai Litani, yang berjarak sekitar 30 kilometer (20 mil) dari perbatasan.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengklaim bahwa militer telah berhasil “menciptakan zona keamanan yang nyata” dan saat ini tengah memperluas jangkauannya lebih dalam ke wilayah Lebanon.

“Kami hanya menciptakan zona penyangga yang lebih besar guna mencegah invasi darat ke Israel serta serangan rudal,” ujar Netanyahu melalui video yang dibagikan oleh kantornya.

Balasan dari Hizbullah

Di sisi lain, Hizbullah mengeluarkan puluhan pernyataan yang mengklaim telah melakukan serangan balasan terhadap pasukan Israel. Mereka juga menyatakan telah meluncurkan rudal pada Kamis pagi ke lokasi militer di Israel tengah, yang memicu sirine serangan udara di wilayah tersebut.