Purbaya: “Ada Betulnya Sedikit” Pernyataan Jokowi soal Proyek Kereta Cepat Whoosh

GELANGGANG NEWS – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya buka suara soal pernyataan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, yang sempat menegaskan bahwa proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCIC) Whoosh bukan sekadar proyek bisnis, melainkan investasi sosial untuk masa depan bangsa.
Menurut Purbaya, pandangan Jokowi tersebut “ada betulnya sedikit” — meski masih menyisakan pekerjaan besar di lapangan.

“Tidak Sepenuhnya Salah, Tapi Belum Sepenuhnya Tepat”

Dalam keterangannya di Jakarta, Purbaya menilai bahwa proyek Whoosh memang memiliki nilai sosial yang penting, terutama dalam menggerakkan perekonomian di wilayah sekitar jalur kereta cepat.

“Ada betulnya juga sedikit. Karena proyek seperti ini bukan cuma soal untung-rugi, tapi juga soal dampak sosial dan ekonomi,” ujar Purbaya.

Ia menekankan bahwa kehadiran Whoosh tidak bisa dinilai hanya dari sisi finansial, melainkan dari manfaat jangka panjang seperti penurunan kemacetan, efisiensi waktu, pengurangan polusi, dan pembangunan ekonomi regional di area lintasan Bandung–Jakarta.

Wilayah Sekitar Jalur Whoosh Belum Tumbuh Maksimal

Meski mengakui arah Jokowi benar, Purbaya juga menyoroti satu hal penting: belum adanya pengembangan signifikan di sekitar jalur kereta cepat.

“Yang regionalnya belum dikembangkan mungkin. Seharusnya ada pemberhentian dan aktivitas ekonomi baru di sekitar jalur Whoosh, supaya masyarakat sekitar ikut tumbuh,” jelasnya.

Menurutnya, pemerintah perlu lebih serius menggarap kawasan ekonomi terpadu di sekitar stasiun—seperti di Tegalluar, Karawang, hingga Halim—agar efek multiplikasi dari proyek besar ini benar-benar terasa.
Tanpa itu, Whoosh hanya akan menjadi infrastruktur mewah yang manfaat ekonominya terbatas di level pengguna kelas menengah ke atas.

Proyek Besar, Manfaat Harus Besar

Pandangan Purbaya ini menjadi sinyal penting bagi arah kebijakan pembangunan jangka panjang. Pemerintah berikutnya didorong agar proyek strategis nasional tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat melalui sektor pendukung: UMKM, properti, dan pariwisata lokal.

“Kita harus pastikan bahwa proyek sebesar Whoosh juga membawa keuntungan sosial dan ekonomi bagi masyarakat luas, bukan hanya simbol kemajuan,” tegas Purbaya.

Catatan Redaksi Gelanggang News

Pernyataan “ada betulnya sedikit” dari Purbaya menjadi refleksi menarik: bahwa proyek besar seperti Whoosh memang langkah maju, namun belum sepenuhnya menjawab janji pemerataan manfaat.
Di satu sisi, Jokowi benar soal nilai sosialnya. Di sisi lain, kritik Purbaya menjadi pengingat agar pembangunan tak berhenti di beton dan rel—melainkan menyentuh nadi ekonomi warga sekitar.

Kereta cepat Whoosh bisa jadi monumen kemajuan, asal disertai visi sosial yang kuat dan pengembangan wilayah yang nyata.


Baca berita lengkap dan analisis terkini hanya di:
👉 https://gelanggangnews.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *