Presiden Filipina Bongbong Marcos Minta Seluruh Menteri Mundur, Ini Alasannya

GELANGGANG NEWS – Presiden Filipina Ferdinand “Bongbong” Marcos Jr. mengambil langkah mengejutkan dengan meminta seluruh menterinya mengajukan pengunduran diri. Tindakan ini disebut sebagai bagian dari “reset berani” pemerintahannya, menyusul hasil pemilu paruh waktu yang dinilai mengecewakan.

Dalam pernyataan resminya, Marcos menyebut langkah ini bukan ditujukan kepada individu, melainkan untuk mengevaluasi ulang kinerja kabinet secara menyeluruh. “Rakyat telah berbicara, dan mereka menuntut hasil, bukan janji atau alasan,” tegasnya.

🔍 Apa Latar Belakangnya?

Hasil pemilu paruh waktu yang digelar 12 Mei 2025 memperlihatkan menurunnya dominasi politik Marcos. Dari 12 kursi Senat yang diperebutkan, hanya enam yang berhasil direbut oleh kandidat pendukung pemerintah. Sementara itu, survei Pulse Asia menunjukkan penurunan signifikan dalam kepuasan publik terhadap Presiden Marcos—dari 42% turun ke 25%.

Sebaliknya, popularitas Wakil Presiden Sara Duterte justru meningkat, mencapai 59%, memperlihatkan adanya pergeseran dukungan publik yang signifikan.

⚖️ Siapa yang Bertahan?

Meski meminta pengunduran diri massal, Marcos mempertahankan beberapa tokoh kunci di bidang ekonomi, termasuk Menteri Keuangan dan Menteri Perdagangan, demi menjaga stabilitas. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Enrique Manalo akan digantikan oleh Wakil Menteri Theresa Lazaro, dengan Manalo dialihtugaskan sebagai Duta Besar untuk PBB.

Langkah ini mempertegas strategi Marcos untuk merombak pemerintahannya dan menyesuaikannya dengan tuntutan rakyat serta dinamika politik terbaru.

📌 Simak kabar politik dan internasional terkini lainnya hanya di:
👉 https://gelanggangnews.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *