Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Presiden Baru Suriah Bertemu Dubes China Pasca Kejatuhan Assad

ByAdmin Gelanggang

Feb 22, 2025

Ahmed Al Sharaa, pemimpin baru Suriah, mengadakan pertemuan dengan Duta Besar China untuk Damaskus, Shi Hongwei. Ini menjadi interaksi resmi pertama antara kedua negara setelah Bashar Al Assad terguling dari kekuasaan.

China sebelumnya dikenal sebagai sekutu utama Assad, tetapi setelah kejatuhannya, kedutaan besar mereka di Damaskus sempat menjadi sasaran penjarahan. Kini, pertemuan antara pemimpin baru Suriah dan perwakilan Beijing menjadi sorotan karena menandai arah baru hubungan diplomatik kedua negara.

Selain itu, pemerintahan Al Sharaa telah memasukkan sejumlah pejuang asing ke dalam struktur militer, termasuk individu dari etnis Uighur—kelompok yang selama ini mendapat tekanan dari pemerintah China. Langkah ini berpotensi menimbulkan reaksi internasional, terutama dari Beijing, yang berulang kali membantah tuduhan pelanggaran terhadap Uighur.

Ahmed Al Sharaa diangkat sebagai presiden transisi setelah kejatuhan Assad, yang digulingkan oleh koalisi pemberontak yang dipimpin oleh Hayat Tahrir al-Sham (HTS). Rezim Assad yang telah berkuasa lebih dari lima dekade akhirnya tumbang dalam serangan kilat pemberontak.

Presiden Baru Suriah Bertemu Dubes China Pasca Kejatuhan Assad

Sebagai pemimpin transisi, Al Sharaa diberikan wewenang untuk membentuk dewan legislatif sementara guna mengawal perubahan politik di negara tersebut. Pemerintahannya juga berkomitmen untuk membubarkan kelompok-kelompok bersenjata dan memastikan stabilitas nasional.

Meskipun pemerintahan baru menjanjikan inklusivitas dan perlindungan bagi kelompok minoritas, keputusan mereka untuk melibatkan pejuang Islamis dalam pemerintahan bisa memicu kekhawatiran dari komunitas internasional. Namun, Suriah di bawah kepemimpinan Al Sharaa menegaskan bahwa mereka tidak akan menyebarkan ideologi revolusi Islam ke luar negeri.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi terkait isi pembicaraan antara Al Sharaa dan Shi Hongwei. Namun, pertemuan ini menunjukkan bahwa China tengah mencari cara untuk menjalin hubungan dengan pemerintahan baru di Suriah pasca perubahan besar yang terjadi di negara tersebut.