Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

PRABOWO TEGAS: Latihan TNI Harus Manusiawi, Instruksikan Pelatihan TNI Tanpa Kekejaman

ByAdmin Gelanggang

Aug 12, 2025

JAKARTA – Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memberikan pernyataan tegas terkait standar pelatihan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Ia menegaskan bahwa Prabowo tegas: latihan TNI harus manusiawi, instruksikan pelatihan TNI tanpa kekejaman sebagai prinsip utama dalam membentuk prajurit yang profesional dan berintegritas.

Dalam rapat koordinasi dengan jajaran TNI, Prabowo mengingatkan bahwa pelatihan yang keras bukan berarti harus dilakukan dengan cara yang kejam atau melanggar hak asasi manusia. Ia menginstruksikan seluruh komandan satuan untuk mengawasi jalannya latihan agar tidak terjadi tindakan kekerasan yang tidak perlu.

Prabowo menegaskan bahwa Prabowo tegas: latihan TNI harus manusiawi, instruksikan pelatihan TNI tanpa kekejaman demi menjaga martabat prajurit sekaligus menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi landasan TNI. Ia juga menekankan pentingnya pelatihan yang efektif namun tetap memperhatikan kesejahteraan prajurit.

“Latihan TNI harus berorientasi pada pembentukan kemampuan dan karakter, bukan kekerasan. Saya instruksikan pelatihan TNI tanpa kekejaman agar setiap anggota merasa dihargai dan bisa menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab,” ujar Prabowo.

Pernyataan tersebut muncul di tengah perhatian publik yang menyoroti isu kekerasan dalam pelatihan militer yang sempat menjadi perhatian media dan masyarakat. Prabowo menegaskan bahwa tindakan kekerasan dalam pelatihan harus dihentikan dan diganti dengan metode yang lebih manusiawi dan profesional.

Menurut Menteri Pertahanan, Prabowo tegas: latihan TNI harus manusiawi, instruksikan pelatihan TNI tanpa kekejaman juga sejalan dengan komitmen pemerintah untuk menjunjung tinggi hak asasi manusia di lingkungan militer. Pelatihan yang manusiawi dinilai dapat meningkatkan semangat dan loyalitas prajurit.

Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal Agus Subiyanto, menyatakan dukungan penuh terhadap instruksi ini dan menegaskan akan memperketat pengawasan selama latihan. Ia menambahkan bahwa metode pelatihan akan terus diperbarui sesuai standar internasional tanpa mengurangi efektivitasnya.

Pengamat militer, Dr. Siti Harnani, menilai langkah Prabowo sebagai terobosan positif. “Ini menunjukkan komitmen kuat untuk menghilangkan praktik-praktik yang merugikan prajurit. Pelatihan yang manusiawi akan berdampak positif pada profesionalisme TNI,” katanya.

Masyarakat dan organisasi hak asasi manusia menyambut baik kebijakan ini. Mereka berharap instruksi Prabowo tegas: latihan TNI harus manusiawi, instruksikan pelatihan TNI tanpa kekejaman menjadi acuan dalam pelaksanaan seluruh kegiatan militer di Indonesia.

 

Untuk informasi lebih lanjut dan update berita terkait kebijakan pertahanan, kunjungi situs resmi kami di www.gelanggangnews.com.