Pernyataan Lengkap Kapolri atas Insiden Rantis Brimob Lindas Ojol hingga Tewas

Jakarta, 29 Agustus 2025 – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait insiden rantis Brimob lindas ojol hingga tewas yang terjadi di kawasan Jakarta Timur, Rabu (27/8). Kejadian tragis ini menewaskan seorang pengemudi ojek online (ojol) berusia 29 tahun dan menuai reaksi keras dari masyarakat, khususnya di media sosial.

Dalam konferensi pers yang digelar di Mabes Polri, Jenderal Sigit mengungkapkan rasa duka cita mendalam dan menyampaikan permintaan maaf atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa proses hukum akan dijalankan secara profesional dan transparan. “Pernyataan lengkap Kapolri atas insiden rantis Brimob lindas ojol hingga tewas menjadi wujud komitmen Polri untuk tidak menutup-nutupi fakta dan tetap berpihak pada keadilan,” ujarnya.

Menurut penjelasan Kapolri, insiden bermula saat kendaraan taktis (rantis) milik Brimob tengah melaju dalam rangka pengamanan aksi demonstrasi. Saat melintasi Jalan Raya Bekasi, salah satu rantis diduga kehilangan kendali hingga menabrak dan melindas pengendara ojol yang tengah berhenti di pinggir jalan. Korban dinyatakan meninggal di tempat.

Dalam pernyataan lengkap Kapolri atas insiden rantis Brimob lindas ojol hingga tewas, Sigit menegaskan bahwa sopir rantis telah diamankan dan sedang diperiksa oleh Divisi Propam dan POM Brimob. “Kami akan menindak siapa pun yang terbukti lalai atau melanggar SOP. Tidak ada toleransi atas tindakan yang merenggut nyawa warga sipil,” tegas Kapolri.

Sementara itu, keluarga korban telah menerima kunjungan dari perwakilan Polri dan difasilitasi untuk mendapatkan pendampingan hukum. Kapolri juga memastikan bahwa santunan akan diberikan, namun proses hukum tetap berjalan tanpa pengaruh.

Isu mengenai insiden rantis Brimob lindas ojol hingga tewas memicu gelombang kritik terhadap profesionalisme aparat dalam mengoperasikan kendaraan taktis di area publik. Dalam pernyataan lengkap Kapolri, ia mengakui perlunya evaluasi besar-besaran terhadap SOP penggunaan rantis, terutama saat melintasi area sipil yang padat kendaraan dan pejalan kaki.

“Kami akan meninjau kembali kebijakan operasional di lapangan dan memastikan setiap personel Brimob dilengkapi pelatihan tambahan tentang keselamatan publik,” tambahnya.

Reaksi masyarakat di media sosial masih terus bergulir, dengan berbagai tagar yang menyerukan keadilan bagi korban. LSM yang bergerak di bidang advokasi transportasi publik juga menyerukan audit menyeluruh terhadap kendaraan taktis milik aparat yang digunakan di jalan umum.

Kapolri mengakhiri konferensi pers dengan menekankan bahwa pernyataan lengkap Kapolri atas insiden rantis Brimob lindas ojol hingga tewas adalah bentuk tanggung jawab moral dan institusional. “Kami tidak ingin tragedi seperti ini terulang kembali. Tugas kami adalah melindungi masyarakat, bukan sebaliknya,” ujarnya.

Untuk informasi lanjutan terkait proses hukum dan perkembangan kasus ini, kunjungi: www.gelanggangnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *