📍 Gelanggang News – Jakarta
Ibadah haji merupakan impian spiritual setiap Muslim. Tak sekadar kewajiban, menunaikan rukun Islam kelima ini menjadi cita-cita besar yang ingin diwujudkan setidaknya sekali seumur hidup.
Di tengah semangat tinggi umat Islam untuk berangkat ke Tanah Suci, realita masa tunggu yang panjang—terutama di negara-negara berpenduduk Muslim besar seperti Indonesia—sering menjadi tantangan tersendiri.
Namun, apakah negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam juga mengalami hal serupa? Berikut perbandingan masa tunggu ibadah haji di kawasan ASEAN yang dihimpun dari berbagai sumber.
🇮🇩 Indonesia
Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia menghadapi masa tunggu haji yang sangat bervariasi. Berdasarkan data Kementerian Agama RI, berikut perkiraannya:
Jakarta: hingga 28 tahun
Jawa Barat: sekitar 24 tahun
Jawa Tengah: 32 tahun
Jawa Timur: hingga 34 tahun
Wilayah terlama: Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan mencapai 47 tahun
Indonesia memiliki beberapa skema pemberangkatan haji:
Haji reguler dengan masa tunggu panjang,
Haji plus (5–9 tahun), dan
Haji furoda, tanpa antre karena menggunakan visa khusus undangan langsung dari Pemerintah Arab Saudi.
🇲🇾 Malaysia
Mengutip Hajj Reporters, Malaysia saat ini mengalami masa tunggu terpanjang di dunia: hingga 143 tahun!
Hal ini dipengaruhi kuota terbatas dari Kerajaan Arab Saudi (sekitar 31.600 jamaah per tahun),
Sementara jumlah pendaftar mencapai lebih dari 3,8 juta orang.
Pengelolaan dilakukan oleh Tabung Haji, lembaga keuangan syariah dan pengelola haji resmi Malaysia.
🇸🇬 Singapura
Singapura juga menghadapi masa tunggu cukup panjang, meskipun tidak sepanjang Malaysia:
Masa tunggu: lebih dari 60 tahun
Kuota haji tahunan hanya sekitar 900 orang
Total pendaftar mencapai sekitar 54.000 jamaah
Sistem pendaftaran diatur oleh Majlis Ugama Islam Singapura (MUIS) menggunakan skema first-come, first-served.
🇧🇳 Brunei Darussalam
Brunei menjadi negara ASEAN dengan masa tunggu haji paling singkat:
Hanya sekitar 3 tahun
Kuota resmi: 1.000 jamaah per tahun
Jumlah populasi yang relatif kecil membuat pengelolaan lebih efisien
Proses keberangkatan dan pemulangan jemaah pun dapat dilayani hanya dengan empat penerbangan.
đź•‹ Simak informasi haji dan umrah terbaru lainnya hanya di:
👉 www.gelanggangnews.com

