Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Konflik Thailand-Kamboja Memanas, Ribuan Warga Mengungsi dan Korban Sipil Berjatuhan

ByAdmin Gelanggang

Jul 25, 2025

Ketegangan di kawasan perbatasan antara Thailand dan Kamboja kembali memuncak dan berujung pada bentrokan bersenjata besar-besaran yang pecah pada Kamis, 24 Juli 2025. Insiden ini menimbulkan kepanikan massal, dengan tembakan artileri, roket, dan serangan udara terjadi hampir bersamaan, menewaskan warga sipil serta memaksa puluhan ribu orang meninggalkan rumah mereka.


Fakta Terkini Konflik Thailand-Kamboja:

1. Thailand Evakuasi Puluhan Ribu Warganya dari Perbatasan
Pemerintah Thailand melakukan evakuasi besar-besaran terhadap sekitar 40.000 warga dari 86 desa di provinsi Surin, Si Sa Ket, Buri Ram, dan Ubon Ratchathani. Kedutaan Besar Thailand di Phnom Penh juga telah mengimbau seluruh warga Thailand di Kamboja untuk segera meninggalkan negara tersebut jika tak memiliki kepentingan mendesak.

2. Jet Tempur Thailand Gempur Wilayah Kamboja
Sebanyak enam F-16 milik Angkatan Udara Thailand dikerahkan dalam misi patroli dan penyerangan terhadap posisi militer Kamboja. Aksi ini disebut sebagai balasan atas tembakan artileri berat dari pihak Kamboja yang mengenai pos militer Thailand.

3. Roket Kamboja Serang Lima Rumah Sakit Thailand
Militer Kamboja dilaporkan meluncurkan roket BM-21 Grad ke arah Thailand dan mengenai lima fasilitas medis, termasuk satu rumah sakit yang mengalami kerusakan parah. Sebanyak 12 warga sipil tewas, termasuk pasien dan tenaga medis. Pemerintah Thailand mengecam serangan ini sebagai pelanggaran serius terhadap Konvensi Jenewa.

4. Ranjau Picu Ketegangan Awal
Konflik dipicu oleh insiden lima tentara Thailand terkena ranjau, satu di antaranya mengalami amputasi. Thailand menuduh ranjau tersebut dipasang oleh militer Kamboja di dekat wilayah sengketa kuil Ta Moan Thom, yang langsung dibantah oleh pemerintah Kamboja.

5. Kamboja Adukan Thailand ke Dewan Keamanan PBB
PM Kamboja Hun Manet membawa isu ini ke ranah internasional dengan mengajukan laporan resmi ke DK PBB, menyebut serangan Thailand sebagai bentuk agresi militer dan meminta campur tangan dunia internasional untuk meredakan konflik.

6. Hubungan Diplomatik Anjlok, Duta Besar Diusir
Krisis ini juga berdampak langsung pada hubungan bilateral. Thailand mengusir Duta Besar Kamboja di Bangkok dan memanggil pulang dubesnya dari Phnom Penh. Ketegangan diplomatik ini menjadi yang terburuk sejak konflik perbatasan terakhir lebih dari satu dekade lalu.

7. Kedua Negara Salahkan Satu Sama Lain
Dalam narasi yang saling bertentangan, Thailand menuding Kamboja sebagai pihak pemicu, sedangkan Kamboja mengecam Thailand karena melanggar wilayah udara dan melakukan serangan brutal terhadap fasilitas sipil.

8. Situs Warisan Budaya Ikut Jadi Korban
Selain korban jiwa dan infrastruktur, konflik ini juga berdampak pada situs arkeologi penting seperti Prasat Ta Muen Thom dan Prasat Done Truan. Pemerintah Thailand mengklaim situs bersejarah tersebut ikut diserang, yang menuai kecaman luas karena nilai historisnya yang tinggi.

 


Untuk informasi terbaru dan analisis konflik internasional lainnya, ikuti terus berita di www.gelanggangnews.com.