Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat, memaksa puluhan pendaki yang masih bertahan di kawasan Ranu Kumbolo untuk segera dievakuasi. Peringatan ini disampaikan petugas keamanan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) setelah erupsi terjadi pada Minggu pagi, yang memuntahkan abu vulkanik ke sejumlah wilayah di Lumajang. Dalam laporan yang diterima Gelanggang News, pendaki yang masih berada di sekitar Ranu Kumbolo—sekitar 2.400 mdpl—diimbau untuk segera menuruni jalur pendakian demi keselamatan.
Petugas TNBTS menyebutkan bahwa tim gabungan terdiri dari relawan, ranger, hingga aparat setempat telah dikerahkan menuju beberapa titik untuk memastikan tidak ada pendaki yang terjebak akibat penutupan jalur. Kondisi cuaca yang berubah-ubah serta potensi hujan abu membuat proses evakuasi harus dilakukan dengan cepat dan penuh kehati-hatian. Sejumlah pendaki yang berhasil dievakuasi mengaku sempat merasakan getaran ringan dan mendengar dentuman dari arah puncak Semeru sebelum informasi resmi disebarkan.
Sementara itu, pihak TNBTS menegaskan bahwa seluruh jalur menuju puncak Mahameru ditutup total hingga kondisi dinilai aman. Mereka juga meminta masyarakat, terutama para pendaki pemula, untuk tidak memaksakan diri melakukan aktivitas pendakian selama status gunung masih fluktuatif. “Prioritas utama adalah keselamatan. Kami memastikan seluruh pendaki dapat turun dengan selamat, termasuk yang sudah terlanjur menginap di Ranu Kumbolo,” ujar seorang petugas lapangan.
Hingga Senin pagi, tim masih melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada kelompok yang tertinggal. Pihak berwenang mengimbau seluruh pendaki untuk mengikuti instruksi resmi dan memperhatikan perkembangan aktivitas Semeru sebagai upaya menghindari risiko yang lebih besar. Situasi ini kembali menjadi pengingat bahwa pendakian gunung berapi aktif membutuhkan kesiapan dan kewaspadaan tinggi.
Kunjungi berita lainnya di: www.gelanggangnews.com













