Denpasar — Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar menegaskan bahwa Sesetan Festival jadi ajang kreativitas anak muda, sekaligus ruang ekspresi seni dan budaya yang terbuka bagi generasi muda Bali. Festival tahunan ini resmi dibuka Jumat malam (15/8), dan berhasil menarik ribuan pengunjung dari berbagai kalangan, termasuk wisatawan mancanegara.
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, dalam sambutannya menyampaikan bahwa festival ini merupakan contoh nyata bagaimana tradisi lokal bisa dihidupkan kembali dalam kemasan modern tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya Bali. Menurutnya, Pemkot Denpasar: Sesetan Festival jadi ajang kreativitas anak muda karena kegiatan ini melibatkan langsung komunitas pemuda, seniman lokal, dan pelajar.
“Anak-anak muda kita memiliki potensi besar di bidang seni, desain, musik, dan teknologi. Melalui Sesetan Festival, mereka dapat menunjukkan karya sekaligus membangun identitas budaya secara positif,” ujar Jaya Negara saat membuka acara di Jalan Raya Sesetan, Denpasar Selatan.
Kegiatan dalam Sesetan Festival 2025 ini mencakup pertunjukan tari tradisional, pameran UMKM, mural art, lomba fotografi, hingga parade ogoh-ogoh mini yang dibuat oleh siswa SMA dan SMK. Semua konten acara dikurasi oleh panitia yang terdiri dari unsur desa adat, karang taruna, dan Dinas Kebudayaan Kota Denpasar.

Pemkot Denpasar: Sesetan Festival jadi ajang kreativitas anak muda bukan sekadar jargon, tetapi tercermin dari antusiasme peserta. Lebih dari 60 persen pengisi acara merupakan generasi muda yang berasal dari sekolah, kampus, dan komunitas kreatif. Salah satunya, komunitas mural “Seni Pinggiran” yang menampilkan karya visual bertema pelestarian lingkungan dengan gaya khas Bali urban.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Putu Astawa, menyebutkan bahwa festival ini juga menjadi daya tarik wisata budaya yang konsisten digelar tiap tahun. “Sesetan Festival bukan hanya pelestarian budaya, tetapi juga platform bagi anak-anak muda untuk berinovasi, baik di bidang seni pertunjukan maupun ekonomi kreatif,” katanya.
Menurut pengunjung, suasana festival sangat meriah dan sarat pesan edukatif. Banyak keluarga datang bersama anak-anak untuk menyaksikan pentas seni dan mencicipi makanan khas Bali yang dijual oleh pelaku UMKM lokal.
Dengan mengusung semangat kolaboratif, Pemkot Denpasar: Sesetan Festival jadi ajang kreativitas anak muda mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk akademisi dan penggiat budaya. Mereka menilai festival semacam ini mampu menjembatani kesenjangan antara tradisi dan perkembangan zaman.
Pemerintah Kota Denpasar berharap kegiatan ini terus berlanjut dan semakin besar cakupannya. Festival ini menjadi bukti bahwa pemberdayaan generasi muda dapat dilakukan dengan pendekatan yang sesuai dengan nilai lokal dan tuntutan global.
Untuk informasi terbaru seputar budaya, pariwisata, dan kegiatan pemuda, kunjungi situs resmi www.gelanggangnews.com.













