Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

‘Mencari Semar’: Teater Koma seeks ancient wisdom in the digital age

ByAdmin Gelanggang

Aug 16, 2025

Jakarta, GELANGGANG NEWS – Kelompok seni pertunjukan legendaris asal Indonesia, Teater Koma, kembali tampil memukau dengan karya terbarunya bertajuk ‘Mencari Semar’, yang menggabungkan elemen tradisi dan teknologi modern dalam satu panggung yang megah. Dengan tema Teater Koma seeks ancient wisdom in the digital age, pertunjukan ini berhasil menarik perhatian publik karena keberaniannya mengeksplorasi nilai-nilai kearifan lokal dalam lanskap dunia futuristik.

‘Mencari Semar’ dibuka secara resmi pada 15 Agustus 2025 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Pementasan ini mengisahkan upaya tokoh-tokoh masa depan mencari sosok Semar, figur ikonik dalam budaya Jawa yang dikenal sebagai simbol kebijaksanaan, kesederhanaan, dan keluguan, di tengah dominasi dunia yang dipenuhi teknologi canggih dan kecerdasan buatan.

Frasa ‘Mencari Semar’: Teater Koma seeks ancient wisdom in the digital age tidak hanya menjadi judul, tetapi juga menjadi inti narasi dari pertunjukan ini. Melalui karakter-karakter seperti Nimacha dan para droid futuristik, Teater Koma menggambarkan konflik batin manusia modern yang kehilangan arah akibat ketergantungan pada sistem digital tanpa fondasi nilai-nilai moral yang kuat.

“Pertunjukan ini adalah bentuk kritik dan kontemplasi terhadap realitas hari ini. Kita hidup dalam dunia yang serba cepat dan digital, tapi sering lupa pada akar budaya dan nilai-nilai luhur yang membentuk jati diri bangsa,” ujar Nano Riantiarno Jr., sutradara pertunjukan sekaligus penerus semangat almarhum Nano Riantiarno, pendiri Teater Koma.

Pertunjukan ini juga memperlihatkan bagaimana Teater Koma seeks ancient wisdom in the digital age lewat visual panggung yang megah, tata cahaya futuristik, serta kostum karakter robotik yang dirancang dengan pendekatan seni kontemporer. Meski begitu, sentuhan tradisional tetap hadir melalui gamelan elektronik, dialog berbahasa Jawa, dan simbol-simbol mitologi Nusantara yang menyatu harmonis dengan nuansa cyberpunk.

Para kritikus seni memuji pertunjukan ini sebagai salah satu karya panggung paling berani dan relevan dari Teater Koma dalam satu dekade terakhir. “‘Mencari Semar’ bukan sekadar pertunjukan teater, tapi sebuah refleksi sosial yang cerdas dan menyentuh,” tulis salah satu resensi di media budaya nasional.

Dengan ‘Mencari Semar’: Teater Koma seeks ancient wisdom in the digital age, Teater Koma sekali lagi membuktikan perannya sebagai pelestari dan inovator seni teater di Indonesia. Mereka tidak hanya mempertahankan tradisi, tetapi juga mengadaptasinya ke dalam konteks kekinian agar tetap hidup dan bermakna di mata generasi baru.

Pertunjukan ini akan digelar hingga akhir Agustus 2025 dan direncanakan akan melakukan tur ke beberapa kota besar di Indonesia. Tiket dapat dipesan secara daring melalui platform resmi yang telah ditunjuk.

Untuk informasi lebih lanjut seputar seni pertunjukan dan kabar budaya terkini, kunjungi situs resmi www.gelanggangnews.com.