Pemerintah Indonesia Terus Usahakan Pengembalian Prasasti Pucangan dan Artefak Sejarah

Pemerintah Indonesia Terus Usahakan Pengembalian Prasasti Pucangan dan Artefak Sejarah

Pemerintah Indonesia Terus Usahakan Pengembalian Prasasti Pucangan dan Artefak Sejarah

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Kebudayaan yang dipimpin oleh Fadli Zon, tengah fokus pada upaya repatriasi benda-benda budaya yang bersejarah dari luar negeri. Salah satu target penting dalam upaya ini adalah Prasasti Pucangan, sebuah prasasti batu yang ditemukan di kaki Gunung Penanggungan, Jawa Timur, pada masa penjajahan Inggris oleh Thomas Stamford Raffles.

Prasasti ini berasal dari sekitar tahun 1040 Masehi, pada masa pemerintahan Raja Airlangga, namun pada tahun 1812, Raffles membawanya dan menyerahkannya kepada Gubernur Jenderal Inggris di India, Lord Minto. Hingga saat ini, prasasti tersebut disimpan di Museum India di Kolkata, India.

Fadli Zon berharap bahwa dalam kunjungan Presiden Indonesia ke India, pembicaraan terkait pengembalian Prasasti Pucangan akan tercapai. Menurutnya, prasasti ini memiliki nilai sejarah yang sangat penting karena mengungkapkan silsilah Raja Airlangga serta Empu Sendok.

Pemerintah Indonesia Terus Usahakan Pengembalian Prasasti Pucangan dan Artefak Sejarah

Selain Prasasti Pucangan, Fadli Zon juga menyoroti artefak-artefak bersejarah lainnya yang menjadi target repatriasi, termasuk sejumlah pusaka dan keris-keris bersejarah yang kini berada di Belanda dan negara lainnya. Beberapa contoh yang disebutkan adalah Keris Teuku Umar, Keris Diponegoro, serta keris-keris dari Kesultanan Madura, Yogyakarta, dan Solo.

Fadli Zon menjelaskan bahwa upaya repatriasi ini telah dilakukan selama beberapa tahun dan terus berlanjut. Sebagai bukti keberhasilan, pada Desember 2024, Belanda mengembalikan 272 objek warisan budaya Indonesia dalam proses repatriasi yang kelima kalinya. Di antaranya terdapat berbagai artefak penting seperti keris, tombak, kain, dan perhiasan emas yang mengandung nilai sejarah tinggi.

Upaya ini merupakan bagian dari inisiatif untuk memulihkan dan memperkaya kembali pengetahuan tentang sejarah dan budaya Indonesia, dengan tujuan mengembalikan warisan budaya yang telah lama hilang atau terpisah dari tanah air.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *