Pemakaman Paus Fransiskus Dijaga Ketat, Ribuan Peziarah Serbu Vatikan

Paus Fransiskus, pemimpin Gereja Katolik Roma yang dikenal karena sikap rendah hati dan pembelaannya terhadap kaum marginal, resmi dimakamkan hari ini, Kamis (24/4/2025), di bawah Basilika Santo Petrus, Vatikan. Prosesi pemakaman berlangsung dalam suasana khidmat dengan pengamanan tingkat tinggi dari otoritas Vatikan dan Kepolisian Italia.

Keamanan Super Ketat dan Pengamanan Udara

Pemerintah Italia menetapkan status siaga penuh sejak sehari sebelum pemakaman. Penjagaan diperketat di seluruh area Vatikan, termasuk pemasangan barikade, penyaringan ketat terhadap pengunjung, dan pengawasan udara melalui zona larangan terbang. Selain itu, sejumlah ruas jalan utama di sekitar Vatikan ditutup demi kelancaran prosesi.

Lebih dari 4.000 personel keamanan dikerahkan, termasuk pasukan khusus anti-teror dan unit pengendalian massa. Tak hanya itu, drone pengawas dan sistem radar udara juga digunakan untuk mendeteksi ancaman dari udara.

19.000 Peziarah Hadir, Dunia Bersatu dalam Doa

Sejak jenazah disemayamkan pada awal pekan, tercatat lebih dari 19.000 peziarah telah datang dari berbagai belahan dunia. Mereka hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Paus yang dianggap sebagai simbol perdamaian dan persatuan umat.

Basilika Santo Petrus dipenuhi oleh deretan panjang peziarah yang membawa lilin, bunga, dan poster berisi pesan doa. Di berbagai negara, misa khusus dan doa bersama juga dilakukan sebagai bentuk solidaritas umat Katolik.

Paus Pertama dari Amerika Latin

Paus Fransiskus, lahir dengan nama Jorge Mario Bergoglio di Buenos Aires, Argentina, menjadi Paus ke-266 sekaligus yang pertama dari Amerika Latin. Ia menjabat sejak 13 Maret 2013 menggantikan Paus Benediktus XVI yang mengundurkan diri.

Selama lebih dari satu dekade kepemimpinannya, Paus Fransiskus dikenal vokal dalam menyuarakan isu-isu keadilan sosial, perlindungan lingkungan, dan dialog antaragama. Ia juga dikenal karena kehidupan pribadi yang sederhana—lebih memilih tinggal di apartemen biasa ketimbang Istana Apostolik.

Upacara Pemakaman dan Pemilihan Paus Baru

Misa pemakaman dipimpin langsung oleh Dekan Dewan Kardinal dan dihadiri puluhan kepala negara, pemimpin agama dunia, serta utusan dari berbagai organisasi internasional.

Dengan berpulangnya Paus Fransiskus, Tahta Suci Vatikan akan memasuki masa Sede Vacante, di mana Dewan Kardinal akan mengadakan konklaf tertutup untuk memilih Paus baru dalam beberapa minggu ke depan.

Duka Dunia dan Warisan Abadi

Pemakaman ini menjadi momen refleksi besar bagi jutaan umat Katolik di seluruh dunia. Banyak yang mengenang Paus Fransiskus sebagai pemimpin spiritual yang menyejukkan dan mampu menjangkau generasi muda dengan pendekatan yang inklusif dan penuh welas asih.

“Beliau adalah Paus yang dekat dengan umat, pemimpin yang menyentuh hati banyak orang lintas agama dan bangsa,” ujar Kardinal Pietro Parolin, Sekretaris Negara Vatikan.


📍 Liputan khusus dan pembaruan terbaru seputar pemilihan Paus baru dapat Anda ikuti di:
👉 https://gelanggangnews.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *