GelanggangNews – JAKARTA – Warga Kelurahan Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur, sempat dicekam kepanikan setelah serangkaian aksi pembakaran misterius melanda permukiman mereka pada Minggu (10/5/2026) dini hari. Pelaku yang menyasar benda-benda di sekitar rumah warga akhirnya berhasil diringkus polisi setelah identitasnya terungkap melalui rekaman CCTV.
Teror Dini Hari yang Meresahkan
Aksi pembakaran tersebut terjadi secara sporadis di sejumlah titik antara pukul 03.00 hingga 04.00 WIB. Pelaku diketahui membakar berbagai benda yang mudah tersulut, mulai dari tumpukan sampah, terpal, hingga pakaian warga yang sedang dijemur.
Meski tidak ada korban jiwa dan api berhasil dipadamkan sebelum merembet ke bangunan permanen, warga dari RW 03 hingga RW 06 merasa sangat waswas. Ketegangan sempat memuncak saat warga yang geram mulai mengidentifikasi pelaku dan mendatangi kediamannya.
Pelaku Berinisial A: Lulusan Kuliah yang Tertutup
Berdasarkan bukti rekaman kamera pengawas, sosok pelaku mengarah pada seorang pemuda berinisial A (24). Ketua RW 05, Ramdani, mengungkapkan bahwa pihak keluarga pun tidak bisa mengelak setelah melihat rekaman CCTV tersebut.
“Orang tuanya mengakui setelah melihat CCTV, ‘Oh iya itu anak saya’,” ujar Ramdani.
Sosok A dikenal sebagai pribadi yang sangat tertutup dan jarang bersosialisasi dengan pemuda di lingkungan tempat tinggalnya. Diketahui, pemuda yang baru saja lulus kuliah ini tinggal bersama ibu dan adiknya, sementara sang ayah sudah dua tahun tidak diketahui keberadaannya.
Motif “Bisikan” dan Kondisi Psikologis
Saat menjalani pemeriksaan di Polsek Matraman, A memberikan pengakuan yang mengejutkan. Ia berdalih melakukan tindakan nekat tersebut karena terus-menerus mendengar bisikan di kepalanya.
Kapolsek Matraman, AKP Suripno, menjelaskan dinamika psikologis yang dialami pelaku:
Dorongan Impulsif: Pelaku mengaku mendapat bisikan kuat untuk membakar sesuatu.
Penyesalan Sesaat: Setelah api menyala, pelaku sempat merasa sadar dan menyesal.
Siklus Berulang: Selang beberapa jam, dorongan atau bisikan tersebut muncul kembali, membuatnya keluar rumah untuk berpindah ke lokasi lain menggunakan sepeda motor.
Warga setempat juga menyadari ada yang janggal dengan perilaku A. Saat beraksi, ia tidak langsung melarikan diri, melainkan sempat kembali ke titik api untuk memastikan apakah benda yang ia sulut sudah benar-benar terbakar atau belum.
Langkah Hukum dan Pemeriksaan Medis
Untuk mendinginkan suasana, aparat gabungan yang terdiri dari Polri, Satpol PP, dan FKDM dikerahkan ke lokasi guna mencegah aksi main hakim sendiri oleh warga yang emosi.
Kini, pihak kepolisian berencana membawa A ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan kejiwaan secara medis. Kanit Reskrim Polsek Matraman, AKP Hari Wibowo, menyatakan bahwa langkah ini diambil karena indikasi gangguan kejiwaan terlihat jelas dari cara pelaku memilih target secara acak di tiga lokasi berbeda.
“Kita tunggu hasil keterangan dokter untuk menentukan langkah selanjutnya terkait kondisi medis dan hukum yang bersangkutan,” pungkas Hari.













