Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, memberikan tanggapan terkait kabar seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga ditahan oleh otoritas Malaysia dalam kasus penembakan oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM). Ia mengaku belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut karena pihaknya masih mengumpulkan data dan keterangan lebih lanjut.
“Saat ini kami masih dalam tahap pengumpulan informasi,” kata Sugiono kepada awak media saat ditemui di Murugan Temple, Jakarta Barat, pada Minggu (2/2).
Dalam kesempatan tersebut, Sugiono juga memberikan perkembangan terbaru mengenai kondisi empat korban yang sebelumnya dirawat di rumah sakit. Dua orang telah pulih sepenuhnya dan tidak lagi memerlukan perawatan, sementara dua lainnya masih dirawat namun sudah keluar dari kondisi kritis.
“Awalnya ada dua korban yang dalam kondisi kritis. Salah satunya kini sudah melewati masa kritis, sementara yang lain sedang dalam tahap pemulihan,” jelasnya.

Menurut laporan dari Malay Mail, seorang pria WNI berusia 35 tahun telah ditahan oleh kepolisian Selangor sejak Sabtu (1/2) malam. Kepala Polisi Selangor, Datuk Hussein Omar Khan, menyatakan bahwa pria tersebut masuk ke Malaysia sebagai turis dan kini sedang diperiksa terkait insiden penembakan di perairan Tanjung Rhu, Banting.
“Kami telah menahannya untuk membantu proses penyelidikan. Berkas kasus hampir selesai dan kemungkinan akan segera diserahkan ke jaksa penuntut umum pekan depan,” ujar Hussein.
Insiden ini terjadi pada 24 Januari 2025, sekitar pukul 03.00 dini hari waktu setempat. Lima WNI yang berada di atas kapal ditembaki oleh aparat APMM, mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka-luka. Pihak Malaysia mengklaim bahwa tindakan tersebut dilakukan karena adanya perlawanan dari penumpang kapal, namun klaim tersebut dibantah oleh pemerintah Indonesia, yang menilai bahwa aparat Malaysia bertindak secara berlebihan.
Menanggapi insiden ini, Presiden Prabowo Subianto meminta agar dilakukan investigasi menyeluruh guna mengungkap fakta di balik penembakan yang menimpa WNI di Malaysia.
Sumber: www.gelanggangnews.com












