Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan keyakinannya bahwa perekonomian Indonesia pada akhir tahun 2025 mampu tumbuh mendekati angka 5,2 persen. Menurutnya, proyeksi ini didukung oleh kombinasi kebijakan fiskal yang lebih ekspansif, stabilitas inflasi, serta langkah-langkah pemerintah dalam memperkuat daya beli masyarakat.
Purbaya menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga momentum pemulihan ekonomi yang sudah berjalan sejak paruh kedua tahun lalu. “Kami melihat peluang yang cukup kuat bagi pertumbuhan ekonomi bisa dekati 5,2 persen pada akhir 2025. Faktor konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor tetap akan menjadi motor utama,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (11/9).
Dalam kesempatan itu, Menkeu Purbaya juga menyoroti peran belanja negara yang diarahkan pada sektor-sektor produktif. Program pembangunan infrastruktur, dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta insentif investasi di sektor energi hijau disebut akan memberi kontribusi signifikan pada perekonomian. Ia menambahkan, realokasi dana pemerintah senilai Rp200 triliun dari Bank Indonesia ke perbankan nasional diharapkan mampu memperlancar pembiayaan dan memperkuat likuiditas.
Kondisi inflasi yang relatif terkendali turut menjadi faktor pendukung. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi Agustus 2025 berada pada level 2,31 persen secara tahunan. Angka ini dinilai memberi ruang bagi kebijakan moneter yang lebih akomodatif. “Dengan inflasi yang terjaga, daya beli masyarakat tetap solid, sehingga target pertumbuhan ekonomi bisa dekati 5,2 persen menjadi realistis,” kata Purbaya.

Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai berbagai tantangan global. Perlambatan ekonomi di sejumlah negara mitra dagang, fluktuasi harga komoditas, serta dinamika geopolitik masih berpotensi memengaruhi kinerja ekspor Indonesia. Menkeu menekankan pentingnya diversifikasi pasar ekspor dan penguatan industri dalam negeri agar ketahanan ekonomi nasional semakin kokoh.
Sejumlah ekonom menyambut optimisme Menkeu Purbaya dengan catatan. Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad, menilai target pertumbuhan 5,2 persen cukup menantang, namun bukan mustahil. “Kuncinya ada pada penyerapan anggaran yang tepat sasaran serta penguatan sektor riil. Selama pemerintah konsisten, optimisme tersebut bisa terwujud,” ujarnya.
Selain itu, sektor kreatif dan digital juga diproyeksikan memberikan kontribusi signifikan. Pertumbuhan e-commerce, ekspansi industri teknologi finansial, dan meningkatnya jumlah tenaga kerja muda produktif dinilai menjadi modal kuat untuk mendorong perekonomian.
Menutup paparannya, Menkeu Purbaya menegaskan bahwa pemerintah akan terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjaga stabilitas sektor keuangan. “Kami ingin memastikan setiap kebijakan yang diambil tidak hanya mendorong pertumbuhan jangka pendek, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi jangka panjang,” katanya.
Dengan optimisme tersebut, pemerintah berharap masyarakat dan pelaku usaha tetap menjaga kepercayaan terhadap perekonomian nasional. Target pertumbuhan ekonomi bisa dekati 5,2 persen bukan hanya sekadar angka, tetapi juga simbol komitmen pemerintah dalam menghadirkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca berita selengkapnya hanya di www.gelanggangnews.com.

