Menantu Jadi Otak Pembunuhan Mertua di Pekanbaru, Dua Pelaku Ditembak karena Melawan

GelanggangNews – Pekanbaru – Sebelum menggelar konferensi pers terkait kasus pembunuhan seorang nenek, polisi tampak menyiapkan dua buah kursi roda di Mapolresta Pekanbaru, Minggu (3/5/2026) sore. Berdasarkan pantauan pukul 14.00 WIB, sebuah mobil tahanan taktis membawa empat pelaku perampokan dan pembunuhan nenek Dumaris (60). Mereka adalah AFT (21), SL (34), EW (39), dan L (22). Kursi roda yang disiapkan tersebut ternyata digunakan untuk membawa SL dan EW menuju ruang tahanan.

Kedua pelaku ini dilumpuhkan dengan timah panas karena melakukan perlawanan saat ditangkap petugas.

Saat turun dari mobil tahanan, kedua pelaku yang mengenakan baju tahanan oranye tersebut dipapah petugas menuju kursi roda. Kedua kaki SL dan EW tampak dibalut perban putih; keduanya terlihat meringis kesakitan.

Luka tembak di kaki SL berada di bagian paha kanan dan betis kiri. Adapun EW terkena timah panas di lutut kiri dan pergelangan kaki kanan. Sementara itu, dua pelaku wanita, AFT dan L, tampak menundukkan wajah saat digelandang petugas. Diketahui, AFT merupakan dalang dari kasus ini; nenek yang dibunuhnya tersebut adalah ibu mertuanya sendiri.

Penangkapan keempat pelaku dilakukan oleh tim gabungan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pekanbaru dan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau. Tim Satreskrim Polresta Pekanbaru menangkap AFT dan suami sirinya, SL, di Aceh Tengah, Aceh. Sementara itu, tim Jatanras Ditreskrimum Polda Riau menangkap EW dan L di Binjai, Sumatra Utara.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Hasyim Risahondua, menegaskan bahwa pelaku SL dan EW terpaksa dilumpuhkan karena melawan petugas.

“Bagi kami, yang melawan petugas, kami akan memberikan tindakan tegas terukur. Bagi kami, bila para pelaku secara sadis tega menghabisi nyawa lansia (lanjut usia), kemudian kami lakukan pengejaran namun melawan, kami tindak tegas,” ucap Hasyim saat konferensi pers di Mapolresta Pekanbaru, Minggu.

Sebagaimana diberitakan, seorang lansia bernama Dumaris (60) tewas dibunuh perampok di rumahnya di Jalan Kurnia, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau, Rabu (29/4/2026) pagi. Aksi pembunuhan dan pencurian itu terekam kamera CCTV di luar dan dalam rumah korban. Pelaku berjumlah empat orang, terdiri dari dua laki-laki dan dua perempuan. Adapun eksekutor korban adalah salah satu pelaku pria yang memukul kepala korban dengan kayu balok secara berulang kali.

Pelaku yang sadar aksinya terekam kamera CCTV sempat merusak perangkat tersebut dengan pukulan kayu balok.

Mirisnya, salah satu pelaku wanita dalam kasus ini adalah menantu korban yang berinisial AFT. Dari kejadian tersebut, para pelaku membawa kabur barang-barang berharga milik korban, di antaranya perhiasan emas, uang sebesar 400 dolar Singapura, paspor, dan ponsel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *