Mark Carney Resmi Jadi PM Kanada, Siap Hadapi Kebijakan Trump

Ottawa, Gelanggang News – Mark Carney, mantan Gubernur Bank Kanada dan Bank of England, resmi dilantik sebagai Perdana Menteri Kanada pada Jumat (14/3), menggantikan Justin Trudeau yang mengundurkan diri setelah hampir satu dekade menjabat.

Dalam pidato perdananya, Carney menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas ekonomi dan hubungan diplomatik Kanada, terutama dengan Amerika Serikat yang kini kembali dipimpin oleh Donald Trump. Meski Trump dikenal dengan kebijakan proteksionis yang kerap merugikan Kanada, Carney yakin kedua negara masih bisa menemukan titik temu untuk kerja sama yang saling menguntungkan.

“Kami menghormati Presiden Trump dan memahami prioritasnya. Dengan pengalaman panjang saya dalam diplomasi ekonomi, saya percaya kita dapat merumuskan solusi yang bermanfaat bagi kedua negara,” ujarnya dalam konferensi pers usai pelantikan, seperti dikutip Reuters.

Carney juga menanggapi rencana Trump yang disebut-sebut berpotensi merugikan perekonomian Kanada dengan menerapkan tarif perdagangan baru. Ia menegaskan bahwa pemerintahannya siap menghadapi tantangan ini dengan langkah-langkah strategis.

Selain membahas hubungan dengan AS, Carney mengumumkan perombakan kabinet guna meningkatkan efisiensi pemerintahan. Sejumlah posisi menteri akan dipangkas, sementara fokus utama kabinetnya adalah memperbaiki hubungan diplomatik dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

François-Philippe Champagne ditunjuk sebagai Menteri Keuangan, Chrystia Freeland sebagai Menteri Transportasi dan Perdagangan Dalam Negeri, Mélanie Joly tetap menjabat sebagai Menteri Luar Negeri, sementara Bill Blair melanjutkan perannya sebagai Menteri Pertahanan.

Dengan susunan kabinet baru ini, Carney bertekad membawa Kanada ke arah yang lebih stabil dan kompetitif di panggung global, meskipun tantangan besar telah menanti di depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *