Mantan Politisi Oposisi Kamboja Ditembak Mati di Bangkok
Seorang mantan anggota parlemen oposisi Kamboja, Lim Kimya, ditemukan tewas setelah ditembak oleh seorang pria bersenjata yang mengendarai sepeda motor di Bangkok, Thailand, pada Selasa (7/1). Menurut laporan media lokal, korban meninggal seketika di lokasi kejadian.
Polisi Thailand awalnya mengonfirmasi kematian seorang pria asal Kamboja, namun tidak langsung mengidentifikasi Lim Kimya. Mereka menyatakan tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai motif pembunuhan tersebut, dengan mengatakan bahwa informasi lebih rinci akan disampaikan kemudian.
Beberapa sumber mengungkapkan bahwa Lim Kimya ditembak saat baru saja tiba di Bangkok bersama istrinya yang berkewarganegaraan Prancis, serta seorang paman asal Kamboja. Kejadian ini terjadi di dekat kawasan Jalan Khao San yang terkenal di Bangkok, dengan saksi mata melaporkan adanya darah di tempat kejadian.

Peristiwa tragis ini terjadi pada hari yang sama dengan seruan mantan Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen, yang meminta undang-undang baru untuk melabeli siapa saja yang berusaha menggulingkan pemerintahannya atau putranya, Hun Manet, sebagai “teroris.”
Lim Kimya, yang dikenal sebagai salah satu tokoh oposisi terkemuka, pernah terpilih sebagai anggota parlemen Kamboja pada 2013, meskipun partainya hampir kalah dalam pemilihan tersebut dari Partai Penyelamat Nasional Kamboja (CNRP). CNRP sendiri dibubarkan pada 2017, dengan banyak anggota dan politisi oposisi, termasuk Lim Kimya, dilarang terlibat dalam politik.
Selama masa pemerintahan Hun Sen yang telah berlangsung hampir empat dekade, banyak politisi dan aktivis oposisi dihukum dan dipenjara. Meskipun memiliki kewarganegaraan Prancis, Lim Kimya memilih untuk tetap berada di Kamboja dan menolak menyerah pada politik, bahkan setelah banyak anggota partai CNRP memilih untuk melarikan diri ke luar negeri.
Sumber: www.gelanggangnews.com






