Gelanggang News — Mahkamah Agung Venezuela secara resmi menunjuk Wakil Presiden Delcy Rodríguez sebagai presiden sementara setelah Presiden Nicolás Maduro dilaporkan berada dalam penahanan Amerika Serikat. Keputusan tersebut diambil melalui Kamar Konstitusional MA Venezuela guna menjaga stabilitas pemerintahan dan keberlangsungan negara di tengah krisis politik dan keamanan yang memburuk.
Dalam pernyataan resminya, Mahkamah Agung menegaskan bahwa penunjukan Delcy Rodríguez dilakukan berdasarkan konstitusi untuk mencegah kekosongan kekuasaan. Rodríguez, yang selama ini dikenal sebagai figur kunci dalam pemerintahan Maduro sekaligus memiliki peran strategis di sektor energi, langsung mengambil alih kendali pemerintahan sementara.
Usai ditetapkan sebagai presiden sementara, Delcy Rodríguez melontarkan tudingan keras terhadap Amerika Serikat. Ia meyakini operasi militer AS di Venezuela bukan semata-mata untuk alasan keamanan atau penegakan hukum, melainkan bertujuan menguasai cadangan minyak Venezuela yang merupakan salah satu terbesar di dunia. Menurutnya, tindakan AS merupakan bentuk agresi dan pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara.
Rodríguez menyebut bahwa kekayaan alam Venezuela telah lama menjadi incaran pihak asing. Ia menegaskan pemerintah dan rakyat Venezuela siap mempertahankan sumber daya nasional dari upaya pengambilalihan oleh kekuatan luar. Dewan Pertahanan Nasional pun telah digelar untuk menyusun langkah strategis menghadapi situasi tersebut.
Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat membantah tudingan tersebut dan menyatakan langkah mereka merupakan bagian dari upaya stabilisasi politik dan keamanan regional. Namun, pernyataan itu menuai kritik dari sejumlah pihak internasional yang menilai operasi AS berpotensi memperkeruh konflik dan memperdalam krisis di Venezuela.
Situasi politik Venezuela kini menjadi sorotan dunia internasional. Penunjukan Delcy Rodríguez sebagai presiden sementara menandai babak baru ketegangan antara Caracas dan Washington, dengan minyak kembali menjadi isu utama yang membayangi konflik geopolitik di kawasan Amerika Latin.
Baca berita internasional dan analisis mendalam lainnya hanya di
👉 https://gelanggangnews.com/













