GelanggangNews — Sebuah badai musim dingin besar yang dikenal sebagai Winter Storm Fern telah melanda negara bagian Oklahoma, menyebabkan salju tebal menutup jalanan, area pemukiman, dan jalur transportasi utama. Hujan salju yang turun selama beberapa hari membuat banyak wilayah tertutup putih, sementara alat berat dan bajak salju terus bekerja membersihkan akses jalan.
Fenomena cuaca ekstrem ini membuat jalan menjadi sangat licin dan kondisi berkendara berbahaya tetap berlangsung, bahkan setelah intensitas salju mulai menurun. Badan Cuaca Nasional memperingatkan risiko kondisi es dan suhu sangat dingin yang menyebabkan tantangan besar bagi pengendara dan warga lokal.
Salju yang turun tak hanya menyelimuti permukaan tanah, tetapi juga menyebabkan gangguan layanan publik di pusat kota Oklahoma City dan sekitarnya. Warga bangun pagi dengan pemandangan jalan, taman, dan fasilitas umum tertutup salju tebal, serta aktivitas harian banyak yang terganggu akibat cuaca ekstrem ini.
Menurut laporan terbaru, jumlah akumulasi salju mencapai level yang signifikan di sepanjang akhir pekan. Oklahoma City sendiri mencatat total salju lebih dari 8 inci (sekitar 21,6 cm) selama periode badai, menjadikannya salah satu peristiwa cuaca bersalju terbesar di negara bagian ini dalam beberapa tahun terakhir.
Selain itu, catatan meteorologi menunjukkan bahwa beberapa rekor harian salju di Oklahoma City telah pecah, dengan dua hari berturut-turut mengalami jumlah salju yang belum pernah tercatat sebelumnya pada tanggal yang sama.
Meski hujan salju mulai mereda, ekstrem dingin dan potensi jalan licin diperkirakan akan terus membayangi warga Oklahoma selama beberapa hari ke depan. Petugas jalan dan layanan darurat tetap berjaga untuk merespons kondisi darurat, sementara otoritas setempat meminta masyarakat untuk membatasi kegiatan di luar rumah kecuali sangat diperlukan.
📍 Untuk liputan cuaca dan berita internasional lainnya, kunjungi https://gelanggangnews.com/

