Pada awal minggu ini, dua perusahaan besar, Sinar Mas dan Axiata Group Berhad, menandatangani dua nota kesepahaman di Kuala Lumpur, Malaysia, untuk memperluas kolaborasi mereka dalam membangun ekosistem telekomunikasi dan digital yang solid di kawasan Asia Tenggara. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas dan mendorong transformasi digital di Indonesia, Malaysia, serta negara-negara di sekitar kawasan tersebut.
Penandatanganan nota kesepahaman ini berlangsung di hadapan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, dan Perdana Menteri Malaysia, Dato’ Seri Anwar Ibrahim, yang memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Managing Director Sinar Mas, Ferry Salman, menekankan bahwa kemitraan ini akan membuka peluang besar dalam memperkuat sektor telekomunikasi dan digital, tidak hanya di dua negara tersebut, tetapi juga di seluruh Asia Tenggara.
Ferry menjelaskan bahwa kolaborasi ini diharapkan mendukung berbagai program pemerintah Indonesia, seperti digitalisasi, inklusi keuangan, dan pemberdayaan UMKM.
Meningkatkan Ekosistem Digital di Asia Tenggara
Nota kesepahaman pertama akan menjadi titik awal untuk diskusi lebih lanjut mengenai proyek dan inisiatif strategis yang bertujuan mendorong perkembangan di pasar-pasar utama di Indonesia, Malaysia, dan kawasan Asia Tenggara. Kedua perusahaan akan bekerja sama untuk menghadirkan solusi 5G terkini, layanan digital untuk bisnis, pengembangan infrastruktur, serta inovasi di sektor teknologi finansial (fintech), yang akan memberikan dampak positif bagi kawasan yang tengah berkembang.
Vivek Sood, CEO Axiata, menyatakan bahwa kesepahaman ini merupakan langkah penting dalam memfasilitasi perubahan besar dalam ekosistem digital di Asia Tenggara. “Melalui kerja sama ini, kami berupaya memanfaatkan potensi teknologi 5G dan solusi digital untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta mengurangi kesenjangan digital di wilayah Indonesia, Malaysia, dan negara lainnya,” jelas Vivek.
Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah kedua negara yang telah menciptakan kerangka kebijakan yang mendukung konektivitas dan inklusi digital yang lebih baik.
Membangun Kolaborasi yang Berkelanjutan
Dalam perjanjian pertama, Axiata dan Sinar Mas akan melakukan analisis pasar untuk memahami potensi dan tantangan yang ada, serta mengevaluasi peluang yang dapat dimanfaatkan. Kedua belah pihak juga berkomitmen untuk menjalin kemitraan strategis yang akan mengakselerasi pengembangan bisnis baru dan mendorong inovasi untuk memastikan ekosistem digital yang lebih inklusif dan dinamis di tingkat nasional maupun regional.
Franky Oesman Widjaja, Chairman of Sinar Mas Telecommunications and Technology, mengatakan bahwa dua nota kesepahaman yang baru ditandatangani ini membuka babak baru yang penuh harapan untuk mempercepat transformasi digital di Indonesia dan Malaysia. “Kami yakin sinergi ini akan memberi manfaat jangka panjang yang signifikan bagi seluruh pemangku kepentingan dan membantu meningkatkan konektivitas, inovasi, dan pemberdayaan ekonomi di kawasan ini,” ungkap Franky.

Merger Perusahaan untuk Meningkatkan Kualitas Layanan
Nota kesepahaman kedua menegaskan rencana merger antara PT XL Axiata Tbk, PT Smartfren Telecom Tbk, dan PT Smart Telcom, yang akan membentuk PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk di Indonesia. Merger ini bertujuan untuk menciptakan sinergi yang lebih kuat di pasar telekomunikasi Indonesia, dengan nilai gabungan perusahaan yang diperkirakan lebih dari Rp 104 triliun (sekitar USD 6,5 miliar). Proses merger ini akan meningkatkan kualitas layanan, menciptakan efisiensi operasional, dan memperkuat daya saing di pasar telekomunikasi Indonesia.
Penyelesaian merger diperkirakan akan terjadi pada paruh pertama tahun 2025, dengan persetujuan yang diperlukan dari pemerintah dan pemegang saham. Langkah ini menunjukkan komitmen kedua perusahaan untuk berinovasi, meningkatkan kualitas layanan pelanggan, dan berkontribusi pada pasar yang lebih sehat dan kompetitif.
Dengan berbagai langkah strategis ini, Sinar Mas dan Axiata berharap dapat menciptakan ekosistem digital yang lebih terhubung, efisien, dan inovatif, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memberdayakan sektor bisnis di Asia Tenggara.
Sumber: www.gelanggangnews.com












