Keterangan Porter tentang Tragedi Desak-desakan di Stasiun New Delhi yang Merenggut Nyawa 18 Orang

Seorang porter di Stasiun New Delhi menggambarkan dengan detail situasi mengerikan yang terjadi saat ribuan penumpang berdesakan di stasiun utama tersebut, yang berujung pada tewasnya sedikitnya 18 orang. Insiden tragis itu terjadi pada Sabtu malam, 15 Februari 2025, saat para penumpang berusaha naik kereta yang menuju Prayagraj, tempat diselenggarakannya perayaan agama Hindu Maha Kumbh.

Porter yang telah bekerja di stasiun sejak tahun 1981 ini mengatakan bahwa peristiwa tersebut sangat luar biasa. “Selama saya bekerja, saya belum pernah menyaksikan kerumunan sebesar ini,”

Menurut porter tersebut, insiden dimulai ketika orang-orang mulai bertabrakan dan terjatuh di eskalator serta tangga ketika peron tempat kereta khusus menuju Prayagraj tiba-tiba bergeser. Kerumunan yang sangat padat, seperti yang terlihat dalam gambar yang tersebar di media sosial, membuat para penumpang berdesakan di sepanjang peron dan berusaha masuk ke dalam kereta yang sudah penuh sesak.

Petugas kepolisian dan tim penyelamat terpaksa bekerja keras untuk menangani situasi dan mengurai kerumunan yang terjadi.

Wakil Kepala Medis di Rumah Sakit Lok Nayak New Delhi, Ritu Saxena, menjelaskan bahwa sebagian besar korban diperkirakan meninggal karena hipoksia (kekurangan oksigen). “Kami dapat mengonfirmasi ada 15 orang yang meninggal di rumah sakit. Mereka tidak mengalami luka terbuka,” kata Saxena. “Kebanyakan kematian disebabkan oleh kekurangan oksigen atau mungkin luka tumpul, tetapi ini akan dipastikan setelah pemeriksaan lebih lanjut,” tambahnya.

Keterangan Porter tentang Tragedi Desak-desakan di Stasiun New Delhi yang Merenggut Nyawa 18 Orang

Selain itu, 11 orang lainnya dilaporkan terluka. Sebagian besar korban yang selamat kini dalam kondisi stabil meski mengalami cedera tulang. Beberapa saat kemudian, laporan menyebutkan tiga orang lagi meninggal akibat desak-desakan tersebut, dan mayoritas korban tewas adalah perempuan dan anak-anak.

Menteri Perkeretaapian India, Ashwini Vaishnaw, menyatakan bahwa penyelidikan tingkat tinggi telah dimulai untuk mengungkap penyebab dari kecelakaan tersebut. Ia juga menambahkan bahwa kereta tambahan sedang dioperasikan untuk mengurangi kepadatan di stasiun New Delhi.

Gubernur Delhi, Vinai Kumar Saxena, juga mengonfirmasi bahwa petugas penanggulangan bencana telah diperintahkan untuk turun ke lapangan, dan semua rumah sakit telah disiapkan untuk menangani darurat terkait insiden tersebut.

Perayaan Kumbh Mela sendiri diketahui menarik jutaan umat Hindu setiap 12 tahun sekali. Namun, acara besar ini kerap diwarnai oleh tragedi akibat keramaian, seperti yang terjadi bulan lalu, saat 30 orang tewas dalam insiden serupa saat upacara di pertemuan sungai Gangga dan Yamuna.

Kumbh Mela yang berlangsung selama enam minggu ini adalah salah satu acara agama terbesar dalam kalender Hindu. Sejak dimulai bulan lalu, diperkirakan sekitar 500 juta umat telah mengunjungi perayaan ini. Namun, festival ini juga pernah mencatatkan tragedi besar, seperti pada tahun 1954 di mana lebih dari 400 orang tewas dalam insiden yang terjadi dalam satu hari. Kejadian serupa juga menewaskan 36 orang pada festival Kumbh Mela di Prayagraj pada 2013.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *