Setidaknya enam orang meninggal dunia akibat terinjak-injak saat ribuan umat Hindu berebut antrean untuk mendapatkan token kunjungan gratis ke Kuil Sri Venkateswara Swamy di Tirupati, Andhra Pradesh, India, Rabu (8/1). Insiden ini juga menyebabkan 30 orang terluka.
Menurut laporan Reuters, kerumunan besar berkumpul di salah satu sekolah yang digunakan otoritas setempat sebagai tempat distribusi token gratis. Token ini memungkinkan umat Hindu mengunjungi kuil selama periode khusus yang dianggap membawa keberuntungan, yaitu 10-19 Januari.
Meskipun loket baru dijadwalkan dibuka pada Kamis (9/1), masyarakat sudah mulai memadati lokasi sehari sebelumnya. Kerusuhan terjadi ketika gerbang dibuka untuk memberikan akses kepada seorang perempuan yang merasa sakit. Momentum itu memicu kepanikan, menyebabkan kerumunan saling dorong hingga akhirnya beberapa orang terinjak-injak.

Pemerintah negara bagian Andhra Pradesh langsung menginstruksikan penyelidikan menyeluruh atas insiden ini. Selain itu, bantuan darurat diberikan kepada para korban dan keluarga mereka. Perdana Menteri India, Narendra Modi, turut menyampaikan belasungkawa melalui platform X, menyatakan kesedihan atas tragedi ini.
Kuil Sri Venkateswara Swamy, yang hampir berusia 2.000 tahun, adalah salah satu destinasi ziarah paling populer di India. Acara distribusi token gratis ini diadakan untuk memfasilitasi umat Hindu yang ingin beribadah tanpa dikenai biaya.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan perlunya manajemen kerumunan yang lebih baik, terutama untuk acara keagamaan berskala besar. Diharapkan, hasil penyelidikan dapat memberikan solusi agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Sumber: www.gelanggangnews.com











