Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) sedang mempercepat pelaksanaan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) dengan mendistribusikan peralatan medis ke 10.000 puskesmas di seluruh Indonesia mulai tahun 2025. Berdasarkan informasi yang diberikan pada Senin, 20 Januari 2025, alat kesehatan yang akan disalurkan meliputi hematology analyzer, blood chemical analyzer, elektrokardiogram (EKG), serta alat-alat medis untuk ibu dan anak.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyatakan bahwa puskesmas yang belum memiliki mesin USG akan segera mendapatkannya, dengan rencana distribusi selesai dalam waktu 18 bulan, sehingga seluruh puskesmas di Indonesia dapat menerimanya. Menurut Budi, perhatian khusus diberikan pada kesiapan puskesmas untuk melaksanakan program ini, baik dari sisi kelengkapan peralatan maupun ketersediaan tenaga medis.
“Bagi kami, sangat penting untuk melihat langsung kesiapan puskesmas di berbagai daerah, terutama di wilayah yang lebih terpencil, agar kami bisa menyesuaikan pengaturan dan memastikan pelaksanaan program berjalan dengan baik,” ujar Budi.

Ia juga menyambut positif masukan dan kritik dari puskesmas di seluruh kabupaten dan kota untuk memperbaiki setiap kekurangan yang ada. Budi berharap agar masyarakat aktif memberikan saran guna meningkatkan kualitas pelaksanaan program Quick Win Prabowo-Gibran. “Kami mendukung penuh niat Presiden untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Jika ada hal yang perlu diperbaiki dalam pelaksanaannya, kami akan terus melakukan perbaikan seiring berjalannya waktu,” jelasnya.
Tujuan utama dari program PKG ini adalah untuk memastikan bahwa masyarakat dapat menjaga kesehatan mereka dengan baik, karena mencegah penyakit jauh lebih murah dan efektif daripada pengobatan. Kepala Staf Kepresidenan, A.M. Putranto, berharap bahwa melalui program ini, masyarakat bisa lebih mudah mengetahui kondisi kesehatan mereka dan pada akhirnya dapat hidup lebih sehat, makmur, dan sejahtera.
Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis ini direncanakan akan dimulai secara serentak di 10.000 puskesmas dan 20.000 klinik di seluruh Indonesia pada awal Februari 2025.
Sumber: www.gelanggangnews.com
