MAKASSAR – Situasi mencekam terjadi di Kota Makassar setelah kantor DPRD Makassar dibakar, menyebabkan sedikitnya tiga orang tewas dan lima lainnya mengalami luka-luka. Insiden tersebut terjadi pada Jumat malam, saat aksi unjuk rasa yang awalnya berlangsung damai berubah menjadi ricuh dan tak terkendali.
Menurut laporan sementara, massa mulai berkumpul di sekitar gedung DPRD sejak sore hari. Mereka menuntut kejelasan terhadap sejumlah isu kebijakan yang dianggap tidak berpihak pada masyarakat. Namun situasi berubah drastis ketika sekelompok orang mulai melemparkan batu dan benda-benda keras ke arah aparat serta fasilitas gedung.
Tak lama kemudian, kobaran api terlihat muncul dari lantai bawah gedung. Dalam hitungan menit, kantor DPRD Makassar dibakar hingga sebagian besar bangunan hangus. Petugas pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi, namun upaya pemadaman sempat terkendala karena situasi keamanan yang tidak kondusif.
Tiga korban jiwa ditemukan di area dalam gedung dan diduga terjebak saat api membesar. Lima orang lainnya, termasuk dua petugas keamanan, mengalami luka bakar dan cedera akibat terinjak-injak saat berusaha menyelamatkan diri. Semua korban telah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk penanganan medis.
Pihak kepolisian setempat menyatakan bahwa investigasi tengah dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti terbakarnya gedung serta identitas pelaku. Kapolrestabes Makassar menegaskan bahwa tindakan hukum akan ditegakkan terhadap siapa pun yang terbukti terlibat dalam aksi anarkistis ini.
Peristiwa kantor DPRD Makassar dibakar, tiga tewas lima luka-luka memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan organisasi sipil. Mereka menyayangkan terjadinya kekerasan yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dalam sebuah aksi unjuk rasa.

Gubernur Sulawesi Selatan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta meminta aparat untuk segera mengusut tuntas kejadian ini secara transparan. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Kondisi di sekitar kantor DPRD Makassar saat ini sudah berangsur kondusif, namun penjagaan ketat masih diberlakukan. Puluhan aparat gabungan dari TNI dan Polri disiagakan untuk mengamankan area dan mencegah potensi aksi susulan.
Insiden kantor DPRD Makassar dibakar, tiga tewas lima luka-luka menjadi pengingat pentingnya menjaga ketertiban dalam menyampaikan aspirasi. Kekerasan dan aksi pembakaran tidak hanya merugikan negara secara materiil, tetapi juga mengorbankan nyawa manusia yang tidak berdosa.
Untuk informasi terbaru lainnya, kunjungi www.gelanggangnews.com








