Jepang berhasil mencatatkan angka kunjungan turis asing tertinggi pada tahun 2024, menyambut lebih dari 36,8 juta wisatawan dari berbagai negara. Angka ini mengalahkan rekor sebelumnya yang tercatat pada tahun 2019, yaitu sebanyak 31,88 juta turis.
Menurut Organisasi Pariwisata Nasional Jepang (JNTO), jumlah kunjungan turis pada 2024 diperkirakan akan terus meningkat, dengan prediksi total kunjungan bisa melebihi 35 juta. Dalam 11 bulan pertama tahun tersebut, jumlah wisatawan asing yang datang ke Jepang mengalami lonjakan signifikan, khususnya dari Amerika Serikat, Eropa, Korea Selatan, Taiwan, dan Hong Kong. Bahkan, pada bulan November 2024, tercatat 3,19 juta pengunjung, meski sedikit lebih rendah dibandingkan bulan Oktober yang mencatatkan angka tertinggi, yakni 3,31 juta.
Selain itu, pengeluaran wisatawan juga mencatatkan peningkatan sebesar 53%, mencapai 8,14 triliun yen (sekitar US$51,78 miliar). Hal ini sebagian besar dipicu oleh nilai yen yang melemah, membuat Jepang menjadi destinasi yang lebih menarik bagi para wisatawan internasional.
Harry Hwang, Direktur Regional untuk Asia dan Pasifik di UN Tourism, dalam sebuah acara di Tourism Expo Japan pada bulan September 2024, menyatakan bahwa Jepang telah menjadi “pemimpin pemulihan” sektor pariwisata internasional di kawasan Asia-Pasifik, merujuk pada jumlah pengunjung asing yang mencatatkan rekor dalam beberapa bulan terakhir.

Namun, lonjakan jumlah turis ini juga memunculkan kekhawatiran mengenai dampak pariwisata berlebihan (overtourism) di beberapa destinasi populer di Jepang. Untuk mengatasi masalah ini, sejumlah tempat wisata seperti Kyoto mulai menaikkan pajak akomodasi dan mengambil langkah-langkah untuk mengurangi jumlah pengunjung. Begitu juga dengan Gunung Fuji, yang pada bulan Juli 2024 memberlakukan pembatasan jumlah pendaki dan kenaikan biaya masuk untuk mengelola kepadatan pengunjung.
Beberapa faktor yang mendukung lonjakan jumlah turis ini antara lain adalah kebijakan visa yang lebih longgar, peningkatan konektivitas transportasi, serta belanja pemerintah yang lebih besar, termasuk persiapan untuk menjadi tuan rumah World Expo pada tahun 2025. Pemerintah Jepang memiliki ambisi untuk menarik 60 juta turis asing pada tahun 2030 sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat industri pariwisata.
Sumber: www.gelanggangnews.com

