Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Jepang Dilanda Wabah Influenza Terparah dalam Dua Dekade, Wisatawan Diimbau Berhati-hati

ByAdmin Gelanggang

Feb 8, 2025

Jepang saat ini menghadapi lonjakan kasus influenza yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam lebih dari 20 tahun terakhir. Data terbaru dari Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang menunjukkan bahwa dalam pekan terakhir Desember 2024, tercatat sekitar 317.812 kasus influenza di 5.000 fasilitas medis. Rata-rata jumlah pasien per fasilitas mencapai 64,39 orang, lebih dari dua kali lipat batas peringatan yang ditetapkan sebesar 30 pasien.

Peningkatan kasus ini dikaitkan dengan mobilitas masyarakat yang meningkat selama musim liburan akhir tahun. Kondisi ini semakin membebani sistem kesehatan, terutama karena pasokan obat antivirus utama, seperti Tamiflu, mengalami kelangkaan akibat permintaan yang melonjak. Beberapa produsen bahkan terpaksa menghentikan sementara distribusi, dengan estimasi ketersediaan kembali antara akhir Januari hingga akhir Februari 2025.

Perhatian terhadap wabah ini semakin meningkat setelah aktris Taiwan, Barbie Hsu, meninggal dunia pada 2 Februari lalu akibat pneumonia yang dipicu oleh influenza. Barbie Hsu, yang dikenal luas melalui perannya dalam drama Meteor Garden, baru saja kembali dari Jepang sebelum mengalami komplikasi fatal. Insiden ini menimbulkan kekhawatiran mengenai bahaya komplikasi influenza, terutama bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu.

Jepang Dilanda Wabah Influenza Terparah dalam Dua Dekade, Wisatawan Diimbau Berhati-hati

Pihak berwenang terus mendorong masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi guna mengurangi risiko penularan. Selain itu, wisatawan yang berencana mengunjungi Jepang disarankan untuk mengambil langkah pencegahan ekstra, seperti memakai masker dan memantau kondisi kesehatan mereka dengan cermat.

Di Thailand, seorang dokter dari Rumah Sakit Maharat Nakhon Ratchasima, Dr. Jade Boonyawongwiroj, bahkan menyarankan warganya untuk mempertimbangkan ulang perjalanan ke Jepang. Ia menekankan bahwa dalam 144 hari terakhir, negara tersebut telah mencatat 9,523 juta kasus influenza, dengan rata-rata 66.132 kasus baru per hari. Beberapa rumah sakit di Tokyo juga dilaporkan sudah kewalahan dan membatasi penerimaan pasien yang tidak dalam kondisi serius.

Bagi wisatawan yang tetap harus bepergian ke Jepang, Dr. Jade merekomendasikan untuk membawa obat antivirus seperti Oseltamivir sebagai langkah antisipasi.