JAKARTA – Ibukota Iran dilanda kemacetan total setelah rudal Israel menghantam salah satu jalan layang utama pada Selasa pagi, 17 Juni 2025. Serangan mendadak tersebut menyebabkan kepanikan di jalanan dan melumpuhkan arus lalu lintas di berbagai titik vital Teheran. Ribuan kendaraan mengular hingga lima kilometer lebih, sementara suara sirene ambulans dan kendaraan taktis militer terdengar di sepanjang jalan utama.
Rudal yang menghantam jalan layang Imam Khomeini meledak sekitar pukul 06.10 waktu setempat. Ledakan itu menghancurkan sebagian besar struktur jalan, membuat tiang penyangga roboh, dan permukaan jalan ambles ke bawah. Dampaknya, akses utama dari arah barat ke pusat kota terputus total. Tidak ada jalur alternatif yang memadai untuk menampung volume kendaraan, sehingga kemacetan meluas ke seluruh penjuru kota.
Juru bicara militer Iran, Brigadir Jenderal Reza Nezami, mengonfirmasi bahwa rudal tersebut diluncurkan langsung dari wilayah udara Israel. Ia menyebut serangan ini sebagai bentuk agresi terbuka terhadap infrastruktur sipil dan menegaskan bahwa Iran sedang menyiapkan balasan strategis. Menurutnya, serangan ini bukan hanya ancaman terhadap Iran, tetapi juga pelanggaran terhadap hukum internasional dan konvensi perang.
Pemerintah kota Teheran segera mengerahkan petugas tanggap darurat, termasuk tim pemadam kebakaran, petugas lalu lintas, serta alat berat untuk membersihkan puing-puing dari lokasi ledakan. Namun, hingga tengah hari, upaya evakuasi masih terkendala karena kerusakan struktural di bawah jalan terlalu parah untuk ditangani dalam waktu singkat. Wali Kota Teheran, Ali Reza Zakani, mengimbau warga agar tetap di rumah jika tidak memiliki kepentingan mendesak dan menyebut keselamatan warga sebagai prioritas utama saat ini.
Di sisi lain, sejumlah warga mengaku syok dan ketakutan. Ledakan besar yang terdengar dari kejauhan memicu kekhawatiran akan serangan lanjutan. Salah seorang pengendara ojek online, Amir (35), mengatakan bahwa ia sempat mengira itu adalah gempa bumi atau bahkan kiamat. Ia langsung menepi dan berlari menyelamatkan diri sebelum mengetahui bahwa ledakan berasal dari serangan rudal.
Kementerian Luar Negeri Iran langsung mengutuk serangan tersebut dan menyatakan akan mengajukan nota protes resmi kepada Dewan Keamanan PBB. Pemerintah Iran juga mendesak negara-negara netral untuk ikut mengecam tindakan Israel yang dianggap melanggar kedaulatan nasional dan hukum internasional. Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir-Abdollahian, menyebut bahwa insiden ini telah melewati batas kesabaran dan bahwa Iran tidak akan tinggal diam.
Hingga malam hari, situasi di Teheran masih belum sepenuhnya terkendali. Pasukan militer Iran terlihat memperkuat pengamanan di beberapa titik strategis kota. Sementara itu, warga diminta tetap tenang namun waspada, dan menghindari penyebaran informasi tidak terverifikasi di media sosial.
Untuk update real-time, kunjungi: gelanggangnews.com

