INDEF: Ekonomi Indonesia Belum Miliki Fondasi yang Kuat

Gelanggang News, 9 Mei 2025 – Lembaga kajian ekonomi independen, Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), menyampaikan kritik tajam terhadap kondisi ekonomi Indonesia saat ini. Dalam pernyataannya, INDEF menilai bahwa fondasi ekonomi nasional masih rapuh dan rentan terhadap guncangan eksternal.

Ekonom INDEF mengungkapkan bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia terlihat stabil secara angka makro, namun struktur dasarnya belum cukup kuat. Ketergantungan pada konsumsi rumah tangga yang tinggi, ditambah dengan lemahnya daya saing industri manufaktur, membuat ekonomi Indonesia rentan jika terjadi perlambatan global atau krisis eksternal lainnya.

“Ekonomi kita terlihat baik di permukaan, tetapi masih lemah secara struktur. Ketergantungan pada konsumsi tanpa didukung produktivitas dan inovasi akan membuat kita mudah terpukul bila ada tekanan dari luar,” ujar peneliti senior INDEF.

INDEF juga menyoroti defisit neraca transaksi berjalan, ketimpangan distribusi pendapatan, serta lemahnya kontribusi sektor industri pengolahan sebagai indikator kurang kokohnya fondasi ekonomi nasional.

Selain itu, kualitas investasi asing yang masuk pun dinilai belum cukup mendukung pembangunan industri jangka panjang. Sebagian besar investasi masih bersifat ekstraktif dan berorientasi jangka pendek.

INDEF mendorong pemerintah untuk fokus pada pembangunan fondasi ekonomi yang lebih berkelanjutan, termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia, reformasi struktural, dan dorongan nyata terhadap riset dan inovasi.

Pernyataan ini menjadi pengingat penting bahwa stabilitas ekonomi tidak hanya soal angka pertumbuhan, tetapi juga daya tahan jangka panjang terhadap krisis dan perubahan global.

📌 Selengkapnya hanya di Gelanggang News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *