Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Hubungan AS-Ukraina Memanas, Intelijen Sementara Dibekukan

ByAdmin Gelanggang

Mar 7, 2025

Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Ukraina kian memuncak setelah perdebatan panas antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Gedung Putih pekan lalu. Washington memutuskan untuk menangguhkan sementara kerja sama berbagi informasi intelijen dengan Kyiv, seiring penghentian pengiriman bantuan militer yang sebelumnya menjadi penopang utama Ukraina dalam menghadapi invasi Rusia.

Dilansir oleh AFP pada Kamis (6/3/2025), Direktur Badan Intelijen Pusat AS (CIA), John Ratcliffe, membenarkan langkah tersebut. Ratcliffe menyatakan bahwa pembekuan ini hanya bersifat sementara, sambil menunggu kejelasan komitmen Ukraina terhadap proses perdamaian.

“Presiden Trump memiliki pertanyaan mendasar terkait kesungguhan Presiden Zelensky dalam mendukung proses perdamaian,” ujar Ratcliffe dalam wawancara dengan Fox News.

Dalam pidato di hadapan Kongres AS pada Selasa (4/3), Trump mengungkapkan bahwa Zelensky telah mengirimkan surat yang menegaskan kesiapan Ukraina untuk berunding demi mengakhiri konflik dengan Rusia. Surat tersebut juga menyebutkan kesediaan Kyiv untuk menuntaskan kesepakatan kerja sama mineral dengan AS.

“Ukraina menyatakan kesediaannya untuk segera datang ke meja perundingan demi mendekatkan perdamaian. Rakyat Ukraina tidak menginginkan apa pun selain kedamaian,” ujar Trump mengutip isi surat tersebut, seperti dilansir Reuters.

Kebijakan AS ini menambah ketidakpastian bagi Ukraina, yang sangat bergantung pada dukungan intelijen dan bantuan militer dalam menghadapi serangan Rusia. Sementara pembekuan ini hanya bersifat sementara, hubungan kedua negara kini memasuki fase sensitif di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.