Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Hari Kedua Gencatan Senjata di Gaza, Warga Palestina Cari Korban di Reruntuhan

ByAdmin Gelanggang

Jan 22, 2025

Warga Palestina mulai berupaya menemukan ribuan korban yang diyakini masih tertimbun di bawah puing-puing bangunan pada hari kedua gencatan senjata antara Israel dan Hamas, Senin (20/1). Gencatan senjata ini menjadi akhir dari konflik selama 15 bulan yang menghancurkan Jalur Gaza.

Kesepakatan gencatan senjata, yang dimulai pada Minggu (19/1), mencakup pembebasan tiga sandera yang ditahan Hamas dan pembebasan 90 tahanan Palestina dari penjara Israel.

Perhatian kini tertuju pada rekonstruksi Gaza yang luluh lantak akibat serangan Israel sebagai respons atas serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 lalu. Insiden itu menyebabkan 1.200 orang tewas dan sekitar 250 orang diculik oleh Hamas ke Gaza. Serangan balasan Israel dilaporkan menewaskan lebih dari 47 ribu warga Palestina, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza.

“Kami sedang berusaha menemukan 10 ribu korban yang masih terkubur di bawah reruntuhan,” ungkap Mahmoud Basal, juru bicara Layanan Darurat Sipil Palestina, sebagaimana dikutip dari Reuters. Ia juga menyebut bahwa setidaknya 2.840 jasad telah hancur hingga tidak meninggalkan jejak.

Dengan mulai meningkatnya aliran bantuan ke Gaza, penduduk memanfaatkan kesempatan ini untuk memenuhi kebutuhan pokok. Beberapa warga mengaku merasa lega karena harga barang mulai menurun, bahkan barang impor seperti cokelat kembali tersedia.

Hari Kedua Gencatan Senjata di Gaza, Warga Palestina Cari Korban di Reruntuhan

“Harga sekarang lebih terjangkau, perang sudah berakhir, dan lebih banyak barang masuk melalui perbatasan,” ujar Aya Mohammad-Zaki, salah seorang warga Gaza yang kehilangan tempat tinggalnya.

Gencatan senjata ini juga memastikan masuknya sekitar 600 truk bantuan setiap hari selama enam minggu pertama, termasuk 50 truk berisi bahan bakar. Sebagian besar bantuan diarahkan ke wilayah Gaza utara, yang dilaporkan menghadapi ancaman kelaparan serius.

Sementara itu, rekonstruksi Gaza diperkirakan akan menelan biaya miliaran dolar. Laporan PBB menyebutkan bahwa proses pembersihan 50 juta ton puing-puing dari serangan Israel dapat memakan waktu hingga 21 tahun, dengan biaya mencapai sekitar USD 1,2 miliar atau sekitar Rp19,58 triliun (dengan asumsi kurs Rp16.319 per dolar AS).

Meski gencatan senjata umumnya berjalan baik, insiden kecil tetap terjadi. Di Rafah, sebuah kota di Gaza selatan, delapan orang dilaporkan terkena tembakan dari pasukan Israel.

Militer Israel menyatakan bahwa tembakan tersebut adalah peringatan kepada warga yang mendekati pasukan mereka, sesuai dengan kesepakatan gencatan senjata.