Google baru saja meluncurkan sebuah program baru yang dikenal dengan nama “keluar sukarela,” yang ditujukan untuk para karyawan di divisi platform dan perangkatnya. Kabar ini pertama kali disampaikan oleh 9to5 Google pada 30 Januari 2025, yang mengungkapkan bahwa langkah ini diambil setelah SVP Platform dan Perangkat, Rick Osterloh, mengirimkan memo internal kepada seluruh karyawan.
Program ini berlaku untuk karyawan yang bekerja di berbagai produk Google, seperti Android (termasuk Auto, TV, Wear OS, dan XR), Chrome, ChromeOS, Google Photos, Google One, Pixel, Fitbit, dan Nest. Meskipun Google memiliki tim besar di seluruh dunia yang mengelola produk-produk tersebut, program ini hanya berlaku untuk mereka yang berada di Amerika Serikat.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari perubahan yang terjadi pada 2024, di mana divisi perangkat keras Pixel dan perangkat lunak Android digabung menjadi satu unit. Setelah penggabungan ini, banyak karyawan yang merasa lebih jelas mengenai peran mereka, meskipun beberapa di antaranya merasa sulit beradaptasi dengan struktur baru.

Dalam memo yang dikirimkan kepada karyawan, Osterloh menjelaskan bahwa program keluar sukarela ini dirancang untuk membantu mereka yang merasa tidak lagi sesuai dengan arah perusahaan atau mengalami kesulitan terkait persyaratan kerja hibrida yang diberlakukan. Karyawan yang memilih untuk keluar akan menerima paket pesangon, dengan rincian lebih lanjut yang akan diumumkan dalam waktu dekat.
Meskipun langkah ini bertujuan untuk efisiensi internal, program ini tidak berhubungan dengan perubahan besar pada peta jalan produk Google. Selain itu, program ini tidak mencakup divisi lain seperti Penelusuran atau AI, meskipun pihak CFO Google sempat mengungkapkan bahwa fokus pada efisiensi tetap menjadi prioritas utama.
Dengan adanya program ini, Google tampaknya ingin memberikan kesempatan bagi karyawan yang merasa lebih cocok dengan perubahan struktural untuk tetap berkembang dalam perusahaan, sementara mereka yang merasa kurang sejalan diberikan pilihan untuk melangkah keluar dengan paket kompensasi yang ditawarkan.
Sumber: www.gelanggangnews.com












