Jakarta — Situasi memanas di depan kompleks parlemen Senayan pada Selasa siang, ketika aksi demonstrasi mahasiswa dan masyarakat sipil berubah ricuh. Gas air mata ditembakkan di depan DPR RI, memicu kepanikan di antara para pengunjuk rasa dan warga sekitar. Kericuhan ini juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas, termasuk mobil diduga milik anggota dewan hancur akibat lemparan batu dan benda tumpul lainnya.
Awalnya, aksi berlangsung damai sejak pagi, dengan massa berkumpul membawa spanduk dan menyuarakan tuntutan terhadap kebijakan pemerintah dan parlemen yang dinilai tidak berpihak pada rakyat. Namun, situasi mulai tidak terkendali ketika sejumlah peserta aksi mencoba mendekat ke pagar utama gedung DPR RI.
Petugas keamanan yang bersiaga di lokasi segera melakukan tindakan penghalauan. Bentrokan tak terelakkan, dan sebagai upaya pengendalian massa, gas air mata ditembakkan di depan DPR RI. Asap tebal menyelimuti jalan Gatot Subroto, memaksa banyak pengunjuk rasa dan pengguna jalan untuk mundur dan mencari perlindungan.
Dalam kekacauan tersebut, beberapa kendaraan dinas yang terparkir di sekitar lokasi menjadi sasaran amuk massa. Salah satu yang menjadi perhatian adalah mobil diduga milik anggota dewan hancur, dengan kaca depan pecah dan bodi mengalami penyok parah. Rekaman warga menunjukkan momen saat sejumlah orang memukul kendaraan itu dengan benda keras.
Pihak kepolisian menyebut tindakan tegas diambil karena massa mulai anarkis dan mengancam keselamatan publik. Namun, sejumlah aktivis HAM dan pengamat sipil menyayangkan penggunaan gas air mata yang dinilai berlebihan dan tidak proporsional terhadap skala ancaman.

Keterangan dari kepolisian menyebutkan bahwa beberapa orang telah diamankan pasca insiden. Sementara itu, DPR RI belum memberikan pernyataan resmi terkait kerusakan mobil diduga milik anggota dewan yang hancur dalam insiden tersebut.
Situasi baru mulai mereda menjelang sore hari, ketika aparat memperkuat barisan pengamanan dan membubarkan kerumunan. Jalan di sekitar gedung parlemen sempat ditutup sementara dan menyebabkan kemacetan panjang di sejumlah ruas utama Jakarta.
Insiden gas air mata ditembakkan di depan DPR RI, mobil diduga milik anggota dewan hancur ini menjadi perhatian luas publik, terutama di media sosial. Banyak warganet menyuarakan kritik terhadap eskalasi kekerasan dan menyerukan dialog yang lebih terbuka antara pemerintah dan masyarakat.
Peristiwa ini menambah daftar panjang ketegangan yang terjadi antara warga dan institusi negara dalam beberapa bulan terakhir. Diharapkan, kejadian ini bisa menjadi evaluasi bersama agar aspirasi publik dapat ditangani dengan cara yang damai dan beradab.
Untuk pembaruan dan liputan lebih lanjut seputar peristiwa ini, kunjungi:
👉 www.gelanggangnews.com








