Jakarta — Film “28 Years Later”, kelanjutan dari waralaba zombie ikonik karya Danny Boyle dan Alex Garland, menutup kisahnya dengan ending yang emosional sekaligus menggugah rasa penasaran. Tidak hanya menyentuh sisi kemanusiaan lewat kisah keluarga, film ini juga membuka pintu menuju sekuel bertajuk “The Bone Temple” yang dijadwalkan rilis pada Januari 2026.
Klimaks cerita menyoroti keputusan dramatis Isla (diperankan Jodie Comer), seorang ibu yang memilih euthanasia karena menderita kanker stadium lanjut. Tengkoraknya kemudian ditempatkan di kuil tulang yang dibangun oleh Dr. Ian Kelson (Ralph Fiennes) — sebuah monumen yang menjadi simbol baru tentang kematian dan spiritualitas dalam dunia pasca-apokaliptik.
Putranya, Spike, setelah meletakkan tengkorak ibunya di Bone Temple, meninggalkan bayinya di sebuah desa terpencil. Ia lalu menyeberang ke daratan utama, sebelum akhirnya diserang oleh gerombolan Infected dan diselamatkan oleh sosok misterius: Sir Jimmy Crystal, seorang pemimpin kultus eksentrik yang tampil mencolok dengan pakaian velvet dan gaya flamboyan.
Kemunculan Jimmy Crystal membuka babak baru dalam semesta cerita, yang akan menjadi fokus utama dalam “The Bone Temple”. Film ini tidak hanya menghadirkan kembali Ralph Fiennes dan Jack O’Connell, tapi juga memastikan kehadiran Cillian Murphy, pemeran Jim dari film pertama, menandai potensi reuni emosional dan pembangunan trilogi yang menjanjikan.
Sutradara Nia DaCosta mengungkapkan bahwa film kedua akan mengeksplorasi tema kejahatan dan manipulasi spiritual, sementara film ketiga nanti akan membawa pesan penebusan dalam dunia yang terus dihantui oleh ketakutan dan harapan.
Dengan ending yang kuat dan karakter-karakter baru yang kompleks, “28 Years Later” bukan hanya penutup, melainkan gerbang menuju konflik dan transformasi yang lebih besar dalam waralaba ini.
Baca berita lainnya di: https://gelanggangnews.com

