Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Enam Bulan Tanpa Bantuan, Tahanan Bolivia Gelar Aksi di Atap Penjara

ByAdmin Gelanggang

Sep 18, 2025

GELANGGANG NEWS – Ratusan tahanan di sebuah penjara utama di Bolivia melakukan aksi protes dramatis dengan memanjat atap gedung sebagai bentuk perlawanan atas kondisi yang mereka anggap tidak manusiawi. Aksi ini dipicu oleh terhentinya bantuan logistik selama lebih dari enam bulan, yang menyebabkan para tahanan menghadapi kekurangan pangan, air bersih, serta layanan kesehatan dasar.

Aksi di Atap Penjara

Para tahanan beramai-ramai memanjat atap penjara untuk menarik perhatian pemerintah, media, dan masyarakat internasional. Dari atas gedung, mereka membentangkan spanduk yang menuntut pemenuhan hak dasar, termasuk makanan yang layak, obat-obatan, serta fasilitas kesehatan yang memadai. Aksi tersebut berlangsung selama beberapa jam dan mendapat sorotan luas karena memperlihatkan kondisi kritis sistem penjara Bolivia.

Seorang perwakilan tahanan menyampaikan bahwa selama enam bulan terakhir, mereka harus bertahan hidup dengan jatah makanan yang sangat minim. Bahkan, beberapa tahanan mengaku hanya mengandalkan bantuan dari keluarga, yang juga terbatas akibat krisis ekonomi di negara tersebut.

Kondisi Penjara Bolivia

Kondisi penjara di Bolivia sejak lama mendapat kritik dari berbagai organisasi hak asasi manusia. Overkapasitas, kurangnya tenaga medis, serta minimnya sanitasi menjadi masalah kronis. Dengan dihentikannya bantuan, situasi semakin memburuk hingga memicu kemarahan tahanan.

Menurut catatan lembaga pemantau, banyak penjara di Bolivia dihuni dua hingga tiga kali lipat dari kapasitas seharusnya. Hal ini membuat akses makanan, tempat tidur, dan perawatan kesehatan semakin sulit. Aksi protes di atap penjara kali ini dinilai sebagai puncak dari akumulasi ketidakpuasan yang sudah lama terpendam.

Respons Pemerintah

Pemerintah Bolivia melalui Kementerian Kehakiman menyatakan bahwa keterlambatan bantuan logistik terjadi akibat kendala anggaran dan distribusi. Namun, pihak oposisi menilai alasan tersebut tidak bisa dibenarkan karena menyangkut nyawa manusia. Mereka mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret agar krisis kemanusiaan di balik jeruji besi tidak semakin parah.

Beberapa anggota parlemen juga menegaskan bahwa hak tahanan tetap harus dihormati meskipun mereka menjalani hukuman. Menurut mereka, membiarkan tahanan kelaparan dan sakit tanpa perawatan adalah bentuk pelanggaran hukum internasional dan hak asasi manusia.

Dampak Internasional

Aksi dramatis para tahanan Bolivia ini juga memicu perhatian internasional. Sejumlah organisasi HAM menyoroti bahwa apa yang terjadi mencerminkan lemahnya sistem pemasyarakatan di negara tersebut. Tekanan dari luar negeri diperkirakan akan meningkat, khususnya dari lembaga yang fokus pada hak-hak tahanan.

Di sisi lain, protes ini juga menyoroti krisis ekonomi dan politik yang tengah melanda Bolivia. Kesulitan anggaran negara bukan hanya berdampak pada masyarakat umum, tetapi juga pada lembaga pemasyarakatan yang kerap dilupakan dalam kebijakan publik.

Harapan Perubahan

Para tahanan berharap aksi mereka di atap penjara menjadi pemicu perubahan nyata. Mereka menuntut pemerintah segera memulihkan bantuan logistik, memperbaiki fasilitas penjara, serta membuka ruang dialog dengan perwakilan tahanan untuk mencari solusi jangka panjang.

“Tujuan kami bukan untuk menciptakan kerusuhan, tetapi untuk menuntut hak-hak dasar yang selama ini diabaikan,” ujar salah satu tahanan dalam rekaman video yang tersebar di media lokal.

Untuk berita terbaru seputar politik internasional, konflik global, hingga isu hak asasi manusia, ikuti terus update hanya di Gelanggang News melalui tautan berikut: www.gelanggangnews.com