Dominasi Ducati di ajang MotoGP mulai menunjukkan tanda-tanda retak. Meskipun Marc Marquez masih mempertahankan performa impresifnya dengan meraih double winner kelima secara berturut-turut di seri MotoGP Ceko 2025, podium baik dalam Sprint Race maupun balapan utama tak lagi mutlak dikuasai oleh para pembalap Ducati.
Tim-tim rival seperti KTM dan Aprilia mulai menunjukkan taji dengan merebut posisi penting di barisan depan, menandai bahwa superioritas teknis Ducati mulai mendapatkan tekanan serius.
KTM dan Aprilia Mulai Menancapkan Kuku
Dalam Sprint Race, Pedro Acosta (KTM) dan Enea Bastianini (KTM) berhasil naik podium bersama Marc Marquez. Sementara itu, pada balapan utama, Marco Bezzecchi yang kini membela Aprilia bersama Acosta kembali tampil konsisten dan menempel ketat Marquez hingga garis finis.
Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) menyalip Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) di lap terakhir Sprint Race MotoGP Jerman 2025 di Sachsenring.
(Foto: Ronny Hartmann/AFP)
Ducati Akui Tekanan Rival Meningkat
General Manager Ducati Corse, Gigi Dall’Igna, tidak menampik bahwa keunggulan timnya mulai tergerus. Ia menyebut para kompetitor kini mendapatkan keuntungan dari sistem konsesi yang tidak dimiliki oleh Ducati.
“Para rival semakin berkembang. Ini waktunya kami bekerja lebih keras, bukan berpikir tentang liburan,” ujar Dall’Igna kepada Crash, Senin (21/7/2025).
Sistem konsesi di MotoGP memang dirancang oleh Dorna dan FIM untuk membantu pabrikan yang kesulitan bersaing, seperti Yamaha, Honda, dan Aprilia. Konsesi ini meliputi pengembangan mesin, jumlah ban untuk uji coba, dan lainnya — keuntungan yang tidak lagi didapat Ducati karena dianggap sangat kompetitif dalam beberapa musim terakhir.
Saatnya Ducati Berbenah
Dall’Igna juga mengungkapkan bahwa Ducati memang memilih pendekatan konservatif di awal musim. Namun kini, performa tim-tim pesaing membuat Ducati harus mengevaluasi kembali strategi pengembangannya.
“Kami memang menahan diri dalam pengembangan awal musim, jadi kondisi seperti ini sebenarnya sudah bisa diprediksi. Sekarang waktunya mencari solusi yang lebih baik dari sebelumnya,” tambahnya.
Tekanan Tambahan bagi Bagnaia
Situasi ini juga memberi dampak signifikan bagi Francesco Bagnaia, yang kini tertinggal 169 poin dari Marquez di klasemen. Dengan hanya menyisakan beberapa seri sebelum musim memasuki babak akhir, harapan Ducati untuk mengunci gelar lebih awal kini mulai memudar.
Baca selengkapnya berita MotoGP dan otomotif hanya di GelanggangNews.com













